Penurunankesadaran adalah kondisi saat kesadaran menurun sebagai akibat berbagai macam gangguan atau penyakit. Gangguan tersebut akhirnya mengacaukan fungsi reticular activating system secara langsung maupun tidak langsung, yang kemudian menyebabkan orang tersebut tidak sadar.. Kondisi ini dapat menyebabkan kemampuan untuk
Stupor Adalah May 26, 2023 by Akbar Asfihan – Kesadaran bisa dimaknai ketika seseorang melakukan respon atau peka terhadap apa yang orang lain ucapkan kepadanya, kesadaran seseorang … Selengkapnya
Observationsthe primary diagnosis code accuracy according to ICD-10 on an outpatient medical record document as much as 59 (59%) of accurate diagnosis and as many as 41 (41%) inaccurate diagnosis.In administering diagnostic code in the area of Semarang BKPM using ICD-10 volume 1 and 3, in order to produce an accurate code.
Sadar disebut sadar bila sadar akan diri dan lingkungannya. Gangguan Kesadaran Ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan sekitarnya Ketidakmampuan Ringan → berat ada derajat / tahapan - Obtundity - Stupor - Semi Koma - Koma → Obtundity dalam keadaan biasa ingin tidur, baru terbangun dan mengikuti perintah bila ada rangsangan → Stupor • Penderita tidur terus • Ada gerakan spontan • Ada respon dengan rangsang • Dengan rangsang berurutan ada waktu bebas respon → Semi koma Hanya dengan rangsang sakit ada respon → Koma Tak ada respon dengan rangsang nyeri ETIOLOGI I. Lesi Struktural a. Lesi Supratentorial - Radang - Trauma - SOP Stroke, tumor, abses serebri - Status konvulsivus / epilepsy b. Lesi Infratentorial - Radang - Trauma - SOP stroke, tumor, abses serebri II. Non Struktural / Metabolik A. Primer 1. Penyakit pada substansia grisea Pick's Disease, Alzhoimer's disease 2. Penyakit pada substansia alba Leukodistropi B. Sekunder Hipoksia penurunan kadar dan tekanan oksigen darah penyakit paru-paru, penurunan tekanan atmosfir oksigen Penurunan kadar oksigen darah namun tekanan normal anemia, keracunan CO Iskemia Penurunan CBF karena kardiac out put menurun cardiac arrest, aritmia kordis, Adam Stokes Syndrom, infark miokard, gagal jantung kongestif Penurunan CBF karena tahanan perifer dalam sirkulari sistemik menurun Sinkop, ortostatik hipotensi, vasofagal refleks. Penurunan CBF karena peningkatan tahanan vaskuler Encephalopati hipertensi, sindroma hiperventilasi, polisitemia. Hipo / Hiperglikemia Defisiensi Kofaktor defisiensi tiamin Gangguan Fungsi Ginjal Gangguan Fungsi Hati Gangguan Elektrolit K, Na, Ca, Mg Bahan Toksik alkohol Obat-obatan Barbiturat, opiat Enzim Inhibitor logam berat Toksin meningitis, encephalitis Kelainan regulasi suhu hipotermia KRITERIA DIAGNOSTIK Anamnesis / Alloanamnesis 1. Riwayat penyakit sebelumnya hipertensi, diabetes, gagal ginjal, gangguan fungsi hati, pengguna obat-obat narkotik 2. Keluhan sebelum terjadi gangguan kesadaran nyeri kepala, muntah-muntah 3. Menggunakan obat-obat sebelum terjadi gangguan kesadaran obat diabet, narkotik Pemeriksaan fisik umum 1. Vital Sign tekanan darah, nadi dan respirasi. 2. Pemeriksaan luka terutama luka di kepala dan leher bottle sign, perdarahan hidung, perdarahan kelopak mata, krepitasi tulang tengkorak. 3. Pemeriksaan suhu badan dan suhu rektal. 4. Pemeriksaan bau nafas dan badan fetor hepaticum, bau nafas alkohol, bau nafas faeces 5. Pemeriksaan warna dan turgor kulit sianosis, kepucatan, ikterik. Pemeriksaan Neurologi 1. Pemeriksaan Neurologi umum tanda-tanda rangsang meningeal, pemeriksaan motorik, pemeriksaan fungsi luhur, pemeriksaan nervi kranialis 2. Pemeriksaan Glassgow Coma Scale perneriksaan yang bersifat kwantitatif dan kwalitatif pada gangguan kesadaran. 3. Pemeriksaan untuk mengetahui fungsi batang otak meliputi a. Gerakan bola mata b. Refleks kornea c. Refleks mata boneka / refleks kalori d. Reaksi pupil terhadap cahaya e. Refleks muntah / batuk 4. Pola Pernafasan Hubungan pola pernafasan dengan letak lesi a. Eupnea diencephalons atas b. Cheyne stokes lesi di diencephalon bawah c. Hiperventilasi neurogenik sentral lesi di mesencephalon d. Ataxic breathing lesi di pons e. Apneutic breathing lesi di pons bawah / medulla oblongata f. Apnea lesi di medulla oblongata 5. Pupil Hubungan reaksi pupil terhadap letak lesi a. Pupil kecil reaktif tehadap cahaya korteks / diencephalons b. Pupil besar normal di tengah mesencephalon c. Pupil kecil di tengah pons d. Pupil sedikit melebar di tengah tectum e. Isokor - Pint point lesi pons,overdosis morphin - Kecil reaktif ensefalopati metabolik - Sedang reaktif ensefalopati metabolik; tidak reaaktif terhadap cahaya, lesi thalamus - Besar / Midriasis antidepressan, ekstasi, cholinesterase inhibitor f. Anisokor - Besar / tidak reaktif parese - Kecil reaktif Horner Syndrome 6. Kedudukan bolo mata Hubungan kedudukan bola mata dengan letak lesi a. Deviasi Conjugee lesi hemispherinum serebri besar b. Strabismus konvergen dan pupil kecil thalamus c. Pupil kecil di tengah lesi di pons d. Pupil besar di tengah kesulitan melihat ke samping lesi di cerebellum e. Pupil anisokor refleks cahaya - herniasi tentorial 7. Refleks sephalic batang otok termasuk disini adalah a. Refleks pupil b. Doll's eye movement c. Oculo auditory refleks d. Oculo vestibulo refleks e. Refleks Kornea f. Refleks muntah 8. Reaksi Motorik a. Reaksi Abduksi dan fleksi terhadap rangsang nyeri , lesi pada hemispehrium cerebri b. Reaksi Adduksi dan ekstensi terhadap rangsang nyeri, lesi pada batang otak c. Postur Dekortikasi / hiperekstensi ekstermitas bawah dan fleksi ekstermitas atas, lesi di korteks cerebri. 9. Observasi umum lainnya Ada gerakan automatisme seperti menguap, membasahi bibir, berarti fungsi batang otak masih baik. Ada gerakan miokolonik jerk berarti ada lesi hemispherium cerebri yang diffus. DIAGNOSIS BANDING 1. Tidur keadaan non patologis dimana ada penurunan kesadaran yang dengan mudah dibangunkan. 2. Akinetik mutisme penderita dalam keadaan bangun, mata terbuka, tapi sangat lamban berespon terhadap pertanyaan yang diajukan. 3. Sindroma locked-in Penderita dengan mata terbuka / sadar dengan komunikasi terganggu, ada sedikit gerakan terutama gerakan mata melirik ke atas ke bawah. 4. Status kotatonik sadar penuh fungsi motorik normal tapi tidak bisa berkomunikasi dengan baik. TATALAKSANA Gangguan kesadaran sampai koma adalah keadaan darurat medis untuk itu perlu penanganan yang cepat, tepat dan akurat mulai dari ruang unit gawat darurat sampai ke ruang perawatan intensif. Penanganan terbagi atas dua bagian besar yaitu A. Supportif Penderita kesadaran menurun dilihat / dinilai • Jalan Nafas • Pernafasan • Tekanan Darah • Cairan tubuh asam basa, elektrolit • Posisi tubuh • Pasang Naso Gastrik Tube • Katheter Urine 1. Jalan Nafas • Dilihat - Agitasi Kesan hipoksemia - Gerakan nafas dada - Retraksi sel iga, dinding perut, sub kosta klavikula • Didengar suara tambahan berupa dengkuran, kumuran, siulan ada sumbatan • Di raba - getaran ekspirasi - getaran di leher - fraktur mandibuler • Yang menyebabkan gangguan jalan nafas - Lidah / epiglotis - Muntahan, darah, sekret benda asing - Trauma mandibula / maksila • Alat yang dipakai - Jalan nafas orofaringeal - Jalan nafas nasofaringeal - Jalan nafas definitif Ø Intubasi Ø Pembedahan Pola pernafasan Lesi sentral Pola nafas - Eupnea - Cheyne Stoke - Sentral Neurogenik Hiperventilasi - Apnea Lesi Perifer - Nafasinterkostal - Nafas diagfragma dinding perut 2. Perhatikan aliran darah - Perfiusi Perifer Ginjal produksi urin - Nadi Ritme, Rate, Pengisian - Tekanan Darah Diusahakan • Hemodinamik stabil tidak naik turun • Kondisi tensi normal • Dihindari Hipertensi / meninggi, shock Jenis Shock - Hipovolemik - Kardiogenik - Sepsis - Penimbunan vena perifer polling 3. Cairan Tubuh - Cegah hidrasi berlebihan - Cairan Hipotonik, Hipoprotein dan lama pakai ventilator mudah terjadi hidrasi - Tekanan osmotik dipertahankan dengan albumin - Hindari Hiponatremia 4. Gas darah dan Keseimbangan Asam Basa - Alat Bantu Oximeter untuk mengetahui oksigenasi diusahakan SaO2 > 95 dan PaO2 > 80 mg dengan analisa gas darah - PO2 dibuat sampai 100 - 150 mmhg dengan cara diberi O2 - FaCO2 25 - 35 mm dengan hiperventilasi 5. Pasang Naso Gastric Tube Pengeluaran isi Lambung berguna - Mencegah aspirasi, intoksikasi - Nutrisi parenteral 6. Posisi - Hindari posisi Trendelemberg - Posisi kepala 30° lebih tinggi - Pada Koma yang lama hindari * Dekubitus sering alih posisi * Vena dalam Thrombosis pakai stocking 7. Katheter Urine - Untuk memudahkan penghitungan balans cairan - Mencegah kebocoran urin - Berguna pada gangguan kencing B. Therapi Kausatif / Spesifik 1. Gangguan kesadaran dengan kaku kuduk dengan panas yang mulai beberapa hari sebelumnya sangat mungkin primerinfeksi meningitis, encefalitis di otak bila gangguan kesadaran tanpa kaku kuduk sangat mungkin primer infeksi bukan di otak. 2. Gangguan kesadaran dengan kaku kuduk tanpa panas sangat mungkin perdarahan subarahnoid. 3. Gangguan kesadaran dengan didapatkan gejala neurologis fokal hemiparesis, heminervikranial palsy penyebabnya lesi intracranial. 4. Gangguan kesadaran disertai tanda-tanda tekanan intrakranial meninggi muntah-muntah proyektil, parese N. III, kaku kuduk, penglihatan kabur secepatnya diberi manitol, dexamethason, dibuat hiperventilasi. 5. Gangguan kesadaran tanda disertai kaku kuduk atau / dan gejala neurologis fokal, bradikardi sangat mungkin penyebabnya metabolik. 6. Gangguan kesadaran dengan tanda herniasi intrakranial anisokor, isokor miosis / midrasis dengan tetraparesis termasuk gawat darurat secepatnya perlu tindakan. 7. Gangguan kesadaran dengan penyebab yang sudah jelas, dapat diterapi spesifik untuk penyebab - Hipoglikemi Glukosa - Overdosis Opiat Nalokson - Overdosis Benzodiazepin Flumazenil - Wernicke Ensephalopaty Thiamin PENYULIT - Tenaga kurang Profesional - Peralatan kurang lengkap KONSULTASI - Bagian bedah Saraf - Bagian Penyakit Dalam - Bagian Anestesi - Bagian Kardiologi - Bagian Pulmonologi TENAGA Perawat, Dokter umum, Dokter spesialis saraf JENIS PELAYANAN Jenis Pelayanan termasuk keadaan darurat neurologis perlu tindakan cepat, tepat dan akurat dan perlu dirawat di ruang pelayanan intensif LAMA PERAWATAN
Selamabertahun-tahun, kandungan hormon wanita yang sehat cenderung menurun. sakit kepala, kehilangan kesadaran, muntah. Saat ini ada analog modern: Lizurid, Tergurid, Hinagolid. Dostinex adalah obat populer dengan peningkatan prolaktin pada wanita. Pada ICD-10, hiperprolaktinemia diberikan kode E22.1. Patologi jatuh ke bagian penyakit
Kode ICD 10 Hipotensi – Kondisi kesehatan tubuh manusia memang harus di jaga setiap saat. Namun apa boleh arti, jika gangguan kesehatan akan tetap datang dan tinggal menunggu waktu akan mengalami hal ini dan dari banyaknya gangguan tersebut. Ternyata ada kode – kodenya dan kode tersebut dinamakan ICD 10, banyak juga orang menyebutnya KODE DIAGNOSA BPJS Itu HipotensiKode ICD 10 HipotensiPenyebab HipotensiGejala HipotensiPengobatan HipotensiPencegahan HipotensiYang mana kode ICD sendiri adalah sebuah sistem klasifikasi penyakit serta berbagai tanda serta gejala, kelainan, komplain serta penyebab eksternal lain dari suatu gangguan kesehatan pada tubuh saja banyak sekali kode ICD 10 yang ada. Tidak bisa kode ICD dari penyakit yang ada bisa Anda hafal satu per satu, nah dengan begitu akan sampaikan salah satu kode ICD 10 dari penyakit yang mana yang akan dibahas sendiri yaitu mengenai kode ICD 10 dari penyakit bernama hipotensi. Bagi Anda yang penasaran akan kode ICD hipotensi tersebut, simak terus sampai Itu HipotensiNah, bagi Anda yang belum tahu apa itu hipotensi, terlebih dahulu ketahui dahulu pengertiannya. Di mana hipotensi banyak juga disebut dengan tekanan darah rendah. Ketika darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding inilah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Jika tekanan terbilang terlalu rendah, kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran darah yang menuju ke otak dan organ lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau itulah yang menyebabkan orang mengalami tekanan darah rendah akan mengalami gejala berupa kepala terasa ringan dan pusing. Selain itu, tubuh juga akan terasa tidak stabil, goyah, atau kehilangan ukuran tekanan darah muncul dalam dua angka, yaitu tekanan sistolik bilangan atas dan tekanan diastolik bilangan bawah. Untuk tekanan darah normal adalah antara 90/60 mm/Hg dan 120/80 mm/ hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 mm/Hg. Sedangkan untuk tekanan di atas 120/80 mm/Hg, maka orang tersebut mengalami tekanan darah tinggi atau sudah tahu apa itu hipotensi, maka selanjutnya Anda hanya perlu tahu kode ICD 10 hipotensi. Mengenai kode ICD nya, hipotensi atau darah rendah memiliki kode ICD saja kode ini jelas berbeda dengan gangguan kesehatan-kesehatan lain yang terjadi dalam tubuh. Seperti misalnya kode ICD hipotensi dan HIPERTENSI jelas akan berbeda walaupun sama-sama tekanan HipotensiLalu apa saja penyebab hipotensi atau tekanan darah rendah? Mengenai penyebab hipotensi sendiri tergantung dengan kondisi dan aktivitas yang dilakukan setiap hanya itu saja, hipotensi juga akan dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk pertambahan usia dan keturunan. Bahkan Hipotensi juga bisa disebabkan oleh kondisi serta penyakit tertentuKetidakseimbangan hormonDehidrasiInfeksiPenyakit jantungKekurangan nutrisiPerdarahanAlergi parahKonsumsi obat tertentuKehamilanGejala HipotensiSedangkan untuk gejalanya, hipotensi tidak selalu menimbulkan gejala. Hanya saja kondisi hipotensi atau darah rendah memiliki risiko menimbulkan gejala sebagai berikutPusingLemasMual dan muntahPandangan buramKonsentrasi menurun atau berkurangTubuh terasa tidak stabilPingsan atau kehilangan kesadaranSesak napasPengobatan HipotensiJika mengalami hipotensi dengan disertai gejala, maka lakukan tindakan pertama duduk atau berbaring. Pastikan posisi kaki lebih tinggi dari jantung dan pertahankan posisi tersebut selama beberapa tidak mereda, maka segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan seperti tes darah, elektrokardiografi EKG, ekokardiogram, manuver valsalva, tilt table test serta uji latih jantung stress test.Namun nantinya pengobatan hipotensi akan ditentukan berdasarkan penyebab yang mendasari. Tujuan pengobatan yaitu untuk meningkatkan tekan darah ke tekanan yang normal. Biasanya dokter akan menyarankan perubahan pola makan dan konsumsi makanan dengan kadar garam konsumsi cairan, karena cairan dapat meningkatkan volume darah dan membantu cegah teratur untuk meningkatkan tekanan stoking khusus pada tungkai stoking kompresi guna memperlancar aliran HipotensiJika sudah tahi kode ICD, penyebab, gejala, dan pengobatan. Maka Anda juga perlu tahu mengenai cara pencegahan yang bisa dilakukan. Adapun pencegahan bisa dilakukan itu sendiri sepertiHindari konsumsi minuman berkafein dan batasi konsumsi dalam porsi kecil namun sering, serta tidak langsung berdiri setelah kepala lebih tinggi saat perlahan dari posisi duduk atau terlalu lama berdiri atau duduk membungkuk atau mengubah posisi tubuh mengangkat beban seperti itu informasi dapat sampaikan mengenai kode ICD serta informasi seputar hipotensi atau tekanan darah rendah. Semoga dengan adanya informasi kode ICD di atas bisa bermanfaat dan berguna.
Pesquisa por CID10 <- Pesquise na Classificação EstatÃstica Internacional de Doenças e Problemas Relacionados à Saúde - CID 10 Tipo Pesquisar por código da doença Pesquisar por nome da doença Pesquisa Você está em Inicial CID10 - Transtorno depressivo recorrente, episódio atual leve Resultados encontrados 1CID 10 - Transtorno depressivo recorrente, episódio atual leve Voltar Topo
f4wEyN.