Burungburung yang terbang di langit ’kan menatap iri. Karena kita tertawa riang gembira, kau dan aku. Sungguh ajaib, kau dan aku, duduk di sudut yang sama di sini, Pada saat yang sama berada di Irak da khurasan, kau dan aku. Puisi Oleh: Jalaluddin Rumi, Diwan, S P, XXXVIII. Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR long distance relationship memang bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komunikasi yang baik dan saling pengertian agar hubungan tetap berjalan langgeng. Puisi Rindu Kekasih yang Jauh Tak hanya itu, pasangan LDR juga harus menahan rindu karena tak bisa bertemu dengan sang pujaan hati. Kata-kata puitis mungkin menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan kerinduan pada pasangan yang jauh di sana. Hal ini bisa dilakukan untuk mencurahkan segala perasaan yang sedang dibalut oleh rasa rindu. Pasalnya, hubungan jarak jauh cenderung lebih berat dari pada permasalahan hubungan pada umumnya. Salah satu caranya dengan mengirimkan puisi rindu kekasih yang jauh. Mengutip dari buku berjudul Antologi Puisi Renjana Sendu 2021 oleh Aulia Rahmayanti. 1. Kau dan Jarak Oleh Norman Adi SatriaAku telah menjadi penghalang antara kau dan jarak Namun kemudian kau berteriak jangan halangi jarak itu! biarkan ia ada di antara kita! Jarak itu pun makin melebar kian tak terukur Bahkan kini kau telah lebih jauh dari sekedar pergi 2. Jangan Pernah Bunuh Rindu Oleh Norman Adi Satria Aku akan selalu mengenang momen-momen ketidakbersamaan kita yaitu ketika kita mencoba berjuang mengatasi jarak dengan tanpa membunuh rindu Kerna rindu pun punya sanak family yang bila satu di antaranya dibunuh akan hadir berjuta membalaskan kesumat menggempur kita hingga terkapar tak lagi dipuaskan bayang di balik layar 3. Pulang ke Mimpi Oleh Norman Adi Satria Ini sudah kesekian sepi aku menanti, dan entah berapa sepi lagi harus kulewati. Inilah yang aku takuti kau sengaja menjadikan sepi sebagai sebuah takaran tuk kembali. Katamu nanti bila kau sudah kesepian. Bukankah kau tahu sepi memperlama terasanya waktu? Sepi bukanlah sebuah perjalanan yang semakin jauh aku melangkah kian mempersingkat jarak denganmu. Yang harus aku lakukan hanya menunggu, menunggumu. Bila aku gaduh sepi akan lenyap, maka aku diam agar kesepian kian senyap, dan berharap kau datang ketika aku lelap. Ini sudah sangat sepi, mari pulang ke mimpi. 4. Rindu Itu Masih Ada Ketika hati dirundung pilu Gelisah mulai rancu Hati terbelenggu rindu Menanti kekasih yang jauh Telah lama tak bersua Bersemuka pun hanya impian semata Kau sibuk dengan urusanmu Hingga lupa akan tulang rusukmu Hati ini hampir putus asa Memperjuangkan rindu yang kian menyiksa Namun, dirimu terlihat baik-baik saja Seakan kita tak punya rasa Naif bila kukatakan tak cinta Tapi ku berdoa kau juga masih mencinta Walau hati yang tak lagi senada Kini suka pun menjadi luka, cinta menjadi kecewa Namun, rindu itu masih ada Menggelora di jiwa Mengusik kalbu yang enggan berbicara. 5. Aku Ingin Pulang Aku ingin pulang... Melepas rindu yang kian merindang Tak peduli halang rintang menghadang Demi rinduku yang tak pernah hilang Aku ingin pulang... Tak ingin jauh darimu Tak ingin rasa ini renggang Dan tak ingin membuatmu ragu padaku Kau menjadi candu bagiku Bagaimana mungkin aku tak mencintamu Aku mungkin terlihat baik-baik saja Tapi hati ini berontak ingin bicara Aku rindu... Aku juga mengerti penantianmu Aku tahu rindumu juga menggebu Tapi aku sedang berjuang menciptakan masa depan kita Mengejar dunia yang bisa memanjakanmu. 6. Rindu Sendu Seribu kata berbalut rindu Berjuta kalimat ucapan cinta Menghujam lara menghantam jiwa Sebuah rasa tersimpan akan makna Banyak sekali misteri di dalamnya Berselimut janji ungkapan setia Walau terkadang berakhir durjana Akan tetapi hadirnya selalu ditanya Menanam rerumputan akar serta kesetiaan Memang tak semudah yang dibayangkan Bisa jadi itu hanya semu kelopak harapan Kemudian berakhir kembali dengan tangisan 7. Aku Merindukanmu Aku merindukanmu Dalam setiap langkah kaki ini dalam setiap detik jemari ini Dan dalam setiap hembus angin Aku merindukanmu Sungguh, rinduku menjelajahi ke dalam mimpi Menciptakan suasana Indah, bernama pertemuan. Untuk engkau yang begitu Indah, terbungkus jarak dan waktu. Aku merindukanmu Waktu ini terus berlalu Detik dan menit ikut tersapu Menyisakan rasa baru yang terasa semu Aku merindukanmu Rasa yang berharap Rasa yang menuntut aku bertemu Agar waktumu dan waktuku melebur jadi satu. Sesuaidengan tema yang diangkatnya, puisi ”Doa” ini berisi amanat kepada pembaca agar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan. Agar bisa melakukan amanat tersebut, pembaca bisa merenung (termenung) seperti yang dicontohkan penyair. Pengulangan bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalitas atau orkestrasi. Dengan Puisi islami kerinduan cinta jarak jauh adalah rangkaian kata-kata puisi cinta untuk kekasih yang jauh dan puisi islami tentang cinta dirangkai dengan kata kata puisi islami untuk kekasih yang jauh menjelaskan tentang cerita cinta jarak kata kata rindu islami buat pacar dalam bait puisi kerinduan cinta jarak jauh yang dipublikasikan berkas puisi, apakh bercerita seperti puisi islami tentang kerinduan atau puisi cinta dalam doa ataukah berkisah seperti puisi jarak yang memisahkan lebig jelasnya puisi cinta islami untuk kekasih dalam bait puisi tentang kerinduan disimak saja puisi berjudul satukan langkah dibawah ini agar mengerti arti dan makna puisi rindu islami dalam LangkahKarya Chumairoh aksara KimyaMenanti harapanYang sekian lama terpendamSegala hasrat tercurahBerpinta restu dari Yang MahaMantra doa terlafadzJari jemari ikut berdzikirLisan jua bibir tiada henti memintaPetunjuk dari Yang Maha kebijakanTiada henti langkah berpijakSatukan rasà gapai tujuanBergandengan saling menjagaMenepiskan asa tanamkan keyakinanDari jauh kumenimang rinduUntukmu yang jauh dari pandangkuNamun hati kian terasa dekatKarena doa wujud cinta kedekatan rasà dari Yang Maha RasaKepadamu yang kusebut cintaTetaplah disampingkuTemani langkah tujuankuTanpa saling mendahului di antaraKarena adamu ada di depankuSebagai imam kehidupan barukuSaling menggenggam tanpa melepaskanAnugerah Tuhan Yang Maha kasihSingapore, 09 Maret 2021 Kumpulandoa untuk pacar yang sedang jauh dari anda seputar doa untuk sahabat tersayang google search islamic quotes. Doa untuk suami dari istri tercinta. Secara umum puisi cinta romantis untuk pacar tersayang tersebut bercerita tentang seseorang yang ingin mencintai pujaan hatinya dengan sederhana dan tanpa pamrih meski penuh pengorbanan 5 Puisi tentang Rindu Kekasih yang Jauh di Sana. Foto Unsplash/Kevin Puisi tentang Rindu Kekasih Yang Jauh di Sana 5 Puisi tentang Rindu Kekasih Yang Jauh di Sana. Foto Unsplash/ Kelly hati dirundung piluGelisah mulai rancuHati terbelenggu rinduMenanti kekasih yang jauhTelah lama tak bersuaBersemuka pun hanya impian semataKau sibuk dengan urusanmuHingga lupa akan tulang rusukmuHati ini hampir putus asaMemperjuangkan rindu yang kian menyiksaNamun, dirimu terlihat baik-baik sajaSeakan kita tak punya rasaNaif bila kukatakan tak cintaTapi ku berdoa kau juga masih mencinta Walau hati yang tak lagi senadaKini suka pun menjadi luka, cinta menjadi kecewaNamun, rindu itu masih adaMenggelora di jiwaMengusik kalbu yang enggan berbicara. Aku ingin pulang...Melepas rindu yang kian merindangTak peduli halang rintang menghadangDemi rinduku yang tak pernah hilangAku ingin pulang...Tak ingin jauh darimuTak ingin rasa ini renggangDan tak ingin membuatmu ragu padakuKau menjadi candu bagikuBagaimana mungkin aku tak mencintamuAku mungkin terlihat baik-baik saja Tapi hati ini berontak ingin bicaraAku rindu...Aku juga mengerti penantianmuAku tahu rindumu juga menggebuTapi aku sedang berjuang menciptakan masa depan kitaMengejar dunia yang bisa kata berbalut rindu Berjuta kalimat ucapan cinta Menghujam lara menghantam jiwaSebuah rasa tersimpan akan maknaBanyak sekali misteri di dalamnya Berselimut janji ungkapan setia Walau terkadang berakhir durjana Akan tetapi hadirnya selalu ditanya Menanam rerumputan akar serta kesetiaan Memang tak semudah yang dibayangkan Bisa jadi itu hanya semu kelopak harapan Kemudian berakhir kembali dengan tangisanAku merindukanmuDalam setiap langkah kaki ini dalam setiap detik jemari iniDan dalam setiap hembus anginAku merindukanmuSungguh, rinduku menjelajahi ke dalam mimpiMenciptakan suasana Indah, bernama engkau yang begitu Indah, terbungkus jarak dan merindukanmuWaktu ini terus berlaluDetik dan menit ikut tersapuMenyisahkan rasa baru yang terasa semuAku merindukanmuRasa yang berharapRasa yang menuntut aku bertemuAgar waktumu dan waktuku melebur jadi rasanya dirindukan sebesar ini olehku?Tahukah kamu, aku hampir gila karena menahan rinduSejak terakhir kali kau memutuskan untuk pergiMeninggalkanku sendiri, dalam sepiHari itu, tanpa diduga dan secara tiba-tiba kau pergiPergi ke tempat yang tak kuketahuiPergi dan tak kembaliKau jelas tahu, jika aku benci sendiriKau raga yang selalu kurinduApakah kau pun merasakan hal ituJika tidak, maka izinkan saja aku yang merinduDengan mengizinkan fotomu menjadi penawar rindu.
KataKata untuk Pacar yang Lagi Sakit Sangat Romantis. Berjuanglah untuk sembuh selama itu pula aku akan mendampingimu dan mengawasimu 2. Kata kata romantis buat
Ilustrasi Puisi tentang Mantan Kekasih, sumber foto Keira Burth by tentang mantan kekasih adalah ungkapan perasaan yang terpendam untuk seseorang yang pernah menjalin hubungan, namun harus kandas di tengah jalan. Puisi ini menggambarkan betapa mantan kekasih masih begitu dicintai, tapi tidak lagi bisa tidak bisa mengutarakan perasaan secara langsung, namun menulis puisi bisa dijadikan alternatif untuk menumpahkan segala keresahan. Puisi ini juga bisa diunggah di media sosial sebagai tentang Mantan KekasihIlustrasi Puisi tentang Mantan Kekasih, sumber foto RDNA Stock by buku Laksana Cuaca oleh Dilla Hardina 2019, berikut adalah inspirasi puisi tentang mantan kekasih yang masih dicintai1. PermohonanAku tak ingin kehilanganmu lagiRindu ini begitu menggerogotiTolong jangan lepaskan genggamanmu lagiSendirian membendung rasaMemeluk kembali kenangan lamaPada pertemuan terakhir kitaAku tak tahu harus bagaimanaKau pergi tanpa merasa berdosaMenatap punggungmu dari jauh sajaAda air hangat yang jatuh hingga ke pipiDan naasnya, aku membendung air hangat itu sendiri2. Suara dalam HatiAda suara di dalam hati yang tak terdengarNyaris keluar pekik menggigil menghujamSekelebat sendu belagak tak menahuAkar panjang melilit diamkuSayup-sayup kudengar dara berceritaKepakkan sayap terbang mengudaraMungkin menahan cinta tak baik untuknyaSuara itu hilang ditelan anginMelumat habis rasa yang hampir dinginLalu kudekap erat kerinduan hangatNamun kesemuan yang aku dapatSeseorang di sana telah kembali ke peraduannyaMembawa perih tersayat hatinya3. Lembah PiluAda sesuatu yang tersimpanBerulang kali ku menghela nafasHanya bisa menunggu dan menunggu4. Pembunuh HatiMudah sekali kau mencampakankuKau hadir mengindahkan suasana kalbuNamun kepergianmu membuat senduApakah hanya sekedar pelarian tuk mengisi kosongnya hari-harimu?Aku sadar betul siapa akuAku hanya bumi yang punya mimpi tinggiUntuk sejajar dengan langitPadahal kutahu itu mustahilKarena langitnya adalah kauPuisi tentang mantan kekasih yang disebutkan di atas menggambarkan betapa seseorang masih belum bisa melupakan masa lalunya. Meskipun tidak bisa bersama lagi, setidaknya puisi ini bisa digunakan untuk menyalurkan perasaan. DLA Kumohonkembalilah wahai kekasihku Sudahkah kau lupakan aku Sudahkah kau mengusirku dari hati dan otakmu Sudahkah kau jadikanku masa lalumu Dan sudahkah cintamu padaku raib Puisi Rindu – Perasaan rindu, adalah suasana hati yang muncul ketika kamu memiliki keinginan yang begitu kuat untuk bertemu. Yah, sekadar bertemu. Entah itu ingin bertemu dengan keluarga, ayah–ibu, teman, sahabat, atau orang spesial yang kita cintai. Aku yakin kamu pernah merasakan rindu di hati. Bagaimana rasanya? Ingiiiiiiin sekali bertemu dengannya. Rindu itu ada karena perpisahan serta hadir karena waktu dan jarak. Ungkapkan perasaanmu dengan puisi rindu! Kumpulan puisi rindu atau puisi tentang rindu di bawah ini merupakan kata-kata yang dirangkai untuk mengungkapkan perasaan hati. Yuuk.. langsung baca saja, dan resapi keindahan kalimatnya. Bisa jadi, kamu menemukan puisi rindu singkat yang pas dengan suasana hatimu. Puisi rindu © Langit yang hitam menjatuhkan jutaan pensil padaku, apa yang akan digambar di tubuhku, apakah rindu yang meluncur dari dingin matamu? *** Telah kubisikkan namamu pada angin, semoga saja hujan mendengar dan lahir sungai abadi dari rintiknya, mengikis batu-batu dan seribu prasasti tercipta untukmu. *** Bulan tenggelam di teluk matamu, aku tak mampu mencegah hatiku, terhanyut ombaknya ke dalam rindu. *** Selembar puisi seperti uang kertas, yang merah lebih berharga, tetapi aku hanya bisa membeli rindu dan segelas bayangmu. *** Sekalipun nafasku tak cukup panjang, kau akan lihat angin yang membawa daun-daun dari kepingan hatiku. *** Tak cukup daun-daun mewakili hembusan angin senja, tak cukup awan lembayung mewakili teduhnya cuaca, ada gemuruh tak ada hujan, siapakah yang dapat mewakili pelukan selain engkau? *** Apa lagi selain menggambar rindu, hanya ada pensil hitam dan bayangmu. *** Sepasang matamu dan spasi di antaranya, adalah kalimat yang membuat seseorang berhenti bicara, lalu menulis hingga akhir hayatnya. *** Di jemarimu yang lentik bagai anak-anak sungai, siapa pun ingin membangun jembatan, jembatan rindu jembatan cinta, apa pun namanya. *** Berat menanggung ransel rindu, kudaki tebing terjal hatimu, pelukan ini hanyalah cara … memperkecil jarak yang kutempuh. *** Dapatkah aku berhenti bicara tentangmu? bahasa tubuhku tak pernah kehabisan cara, menggambar bayangmu. *** Pada pekat kabut kugambar garis partitur, barangkali akan terdengar olehmu sebuah lagu, barangkali akan terdengar olehmu debar jantungku. *** Mengingatmu, napasku menerbangkan selembar kertas, sebuah puisi mengapung di udara, sekalipun tak menjelma kupu-kupu, siapa tahu itu akan sampai padamu. *** Kau menggambar rindu di bibirku, dan gugurlah semua warna senja di tubuhku. *** Kau menjelaskan rindu, tanpa satu pun kata. Irama jantungmu di dadaku, mengganti seluruh suara hujan yang pernah jatuh di sajakku. *** Saat malam terlalu sunyi, aku mengumpulkan cahaya bulan yang menempel di kaca, dengan cara seperti itu, jantungku berdebar seakan sedang kusentuh wajahmu. Puisi tentang rindu Puisi tentang rindu © Aku menyulam rindu di dadamu, sebab kehangatan bukanlah di ujung kain yang membalut tubuhmu. *** Bila daun-daun harus gugur karena cinta, biarlah aku menjadi kelopak-kelopaknya yang tak pernah memejamkan mata. *** Ingin kutempatkan jantungku di sudut matamu, agar mudah bagiku selalu jatuh cinta padamu. *** Biarkan cahaya bintang menyentuh keningmu, mengantarkan doa-doa heningku, betapa pada angin pun aku berbisik tentangmu. *** Cintamu cahaya seluas cakrawala, rinduku setangkai kalbu merekah sebatang kara. *** Yang tak pernah lepas dari ingatanku adalah perasaan memandangmu, jantungku kadang berdegup seakan kau duduk di depanku. *** Matamu yang sejuk, menempatkan aku di antara gunung, sungai, gua, pantai, dan tebing-tebing terjal yang menjatuhkanku ke dalam rindu. *** Tak ada kata yang mati dalam puisi, aku saja yang terkubur kalimat rindu. *** Aku telah membelanjakan waktu. Inilah senja, keranjang tempat kukumpulkan rindu. *** Keheningan rindu telah melampaui bukit dan lembah, menembus tebing dan kabut, mataku hanya ingin membeku dan abadi di puncak tatapanmu. *** Cahaya bulan menerangi laut di pipimu, dan ombak yang berdebar-debar di ujung bibirku, tak mampu menahan hempasan rindu. *** Ingin kubaca tiap hempasan ombak, mengapa rindu menentang berhenti dan terus melawan waktu, mengapa laut membentang di dadaku. *** Semenit saja memandangmu, pahit luka rindu mengelupas dari bibirku. Semenit saja memejamkan mata, terlelap aku di pelukan senja. *** Cintaku mengenal laut di matamu, rinduku mengenal ombak di bibirmu. Lengan-lenganmu sungai, di mana tubuhku selalu hanyut terbawa. *** Apakah hujan ikut menanggung rindu. Berkali ia jatuh, di punggung dan dadaku, hanya untuk memelukku. *** Aku tergelincir di atas rindu yang membasahi bulu matamu. Bulu mata yang telah ribuan kali berlinang, dalam cinta dan doa. *** Di balik kelambu kau selalu mampu menjadi cahaya, yang menuntu rindu, menjauh dari kegelapan dan waktu. *** Yang menghidupkan kata cinta, ialah spasi di antara jemarimu, yang memberi ruang bagi hurufku untuk merindukanmu. Puisi rindu singkat Puisi rindu singkat © Sesekali pinjamlah rinduku, untuk membakar daun-daun di halaman rumahmu, sesekali kau harus tahu, hangat api yang kuciptakan untukmu. *** Aku pejamkan mataku, tak tertembus lampu, kecuali bayangmu. *** Hatiku kekasih, setabah asteroid di kegelapan langit, menunggu jatuh menjelma cahaya, di langit matamu yang biru. *** Kebahagiaan yang sederhana di balik hujan senja, saat lenganmu melingkari bahu, dan rintik sengaja jatuh dengan suara merdu. *** Aku pernah menyembunyikan rindu dalam keremangan senja, tapi senja pun bersembunyi dalam bayangmu. *** Kau menitipkan sesuatu pada senja, cahaya yang mencakar langit hingga merah, betapa rindumu sudah semakin parah. *** Rindu tak dapat menjamin cintamu. Namun cinta, dapat menjamin rindumu. *** Cinta itu ruang, rindu itu waktu. Di sini, kunikmati hangatnya hatimu. *** Perbedaan rindu dan jarak, jarak itu ada batasnya. *** Yang menghidupkan senja ialah spasi di antara jarimu, yang memberi ruang untuk kugenggam, membisikkan betapa rindu. *** Kalau rindu itu datang padaku, waktu pun seketika menjadi tubuhmu. *** Di sejuk cahaya malam, ada bintang mengerdip biru, di peluk kehangatanmu ada jantung memekik merdu. *** Tiba-tiba embun jatuh saat kubuka halaman buku, seakan ada setangkai bunga tersentuh tanganku, padahal hanya huruf yang menyusun kata rindu. *** Sekalipun aku terpejam, aku bisa mendengar gemuruh laut, aku bisa mendengar hempasan demi hempasan ombak menaklukan tebing rindu. *** Aku debu, yang menyala saat kau terbakar rindu. *** Jangan lepaskan pelukanmu, biarkan napasmu berhembus di dadaku, membawa gemuruh jantungmu dan harum kata-kata rindu di tubuhmu. *** Rindu memang samudera biru. Disentuh olehnya, kau tak perlu takut dan ragu. Dihempas olehnya, kau hanya perlu memelukku. *** Angin tak bisa mengelabui rindu. Tak kan mampu berdebar seperti jantungku. *** Seribu lagu dikicaukan angin senja, tapi kerinduan memiliki senandungnya sendiri, yang hanya bisa kaudengar saat kubisikkan padamu. *** Di mataku ada ribuan rindu, ingin menyaksikan hangat senyummu. Puisi rindu buat kekasih © Jika rindu itu tuts piano, ada banyak tuts piano di dadaku, menunggu jarimu menyentuhnya merangkai nada, aku akan memejamkan mata senyap dalam gemuruhnya. *** Malam ini aku rindu, lembaran kertas seperti jalan lengang tanpa lampu, yang dilalui sendiri huruf-hurufku. *** Rindu yang kau lukis di cakrawala, membuat samudera seindah bibirmu, dan ombak mengempas senyap seperti ciumanmu padaku. *** Seperti rerumputan rinduku pasti tumbuh, di gersang ingatan sekalipun, di gurun kenangan apa pun. *** Ada yang tak redup setelah senja, saat kau hempaskan tubuhmu pada cuaca. Hujan di balik kelambu, gemuruhnya bisa seindah itu. *** Izinkan kucumbu setiap rindu di sudut bibirmu, di sudut-sudut yang menanggung kesunyianmu, mari kupeluk, agar tangismu cukup aku yang memilikinya. *** Bukalah jendela dan biarkan angin mengecup lembut keningmu, meletakkan napasku di celah rambutmu. Biarkan dadaku memelukmu, sebab ia datang hanya untuk mencintaimu. *** Pinjamkan matamu pada langit, agar setiap malam aku tak kehilangan cahaya. Agar setelah matahari terbenam, aku masih bisa bahagia memandang cakrawala. *** Bisakah aku tertidur dengan dada tertindih rindu, bisakah api padam di mataku, sedang bagiku betapa indahnya mengingatmu. *** Dadaku bergetar kedinginan karena membawa seluruh rindu, maka kusibukkan diri menyalakan api, berharap menjelma tubuhmu. *** Di ufuk senja di kotamu, biarkan saja terbenam matahari. Di pelupuk mata puisimu, bolehkah aku menenggelamkan diri? *** Wajah ayu, tahukah rasanya merindukanmu? Tubuh ini seperti jadi tebu, di luar kaku, di dalam penuh kenangan manis denganmu. *** Kau ingin mengambil rindu yang ada di mataku? Kecup bibirku dan ia akan jatuh begitu saja di bibirmu. *** Kadang kugambar wajahmu dan aku jadi rindu. Kadang aku rindu dan kugambar jadi wajahmu. *** Tak ada bedanya detik, menit, ataupun jam Tak ada bedanya matahari terbit dan tenggelam Tak ada bedanya bila semua berganti Karena tetap sama kau tak ada disini Puisi rindu dalam diam © Merah yang membasahi bibirmu bukanlah gincu, tetapi gerimis yang tak mampu menulis rindu. *** Aku melangkah menyeret rindu, menyelinap di antara kabut yang menyelimuti tubuhmu. *** Kata-kata membuat sarang di rambutku, membawa ranting-rantingnya ke dalam pikiranku, ketika aku rindu, sebuah sajak lahir di situ. *** Kau tak dapat menghitung ranting rindu di dadaku, lihatlah burung-burung yang riuh berterbangan ketika pelukanmu datang. *** Dadaku rimba, sebab ada yang selalu berkicau merdu di dalamnya, di antara pohon-pohon rindu yang tak bisa kusebutkan satu-satu. *** Aku tak ingin menafsirkan kata-kata di matamu, memandangmu saja semua rindu menjadi abu. *** Matamu mata air, sebening-bening mata yang mampu memadamkan api rindu. *** Rinduku yang tertinggal, kaujadikan kancing di bajumu. Kini, lepaskan kancing itu dan tanggalkan rindu. *** Andai padamu aku bisa bertanya, mengapa langit yang luas tak dapat menahan hujan jatuh, lalu bagaimana aku mampu menahan rindu? *** Aku tak bisa menceritakan rindu, tanpa menatap langit matamu, yang tenggelam perlahan ke dalam kalbu. *** Rindu ialah rahmat, langit paling luas, di dalamnya angin dan gerimis, juga senyum manismu, menaburkan serbuk cinta pada kelopak mataku. *** Ketika senja mengganti cakrawala, dari jauh kaupendarkan rindu, dan malam mengantarku pada cahaya di antara kedua matamu. *** Aku memeluk harum tubuhmu, kau melepas penatku dalam rindu. *** Mungkin cinta sembunyi di balik lenganmu, yang kaulukiskan dengan sabar, dalam kebaikanmu, yang kaudekapkan dalam debar, kerinduanmu. *** Puisi ini cuma perahu di tengah samudera kecintaanku padamu. *** Aku mengenal baik gerimis yang mencium tubuhku, aku kira kau jugalah angin itu, menangis di rambutku membisikkan betapa rindu. *** Sepagi rindu diucapkan waktu, ada guguran embun di pintu, mengetuk subuhmu, lirih menyebut namamu. *** Serintik apapun hujan pastilah membawa rindu, kusediakan tempat untukmu, dan kau akan datang sayup-sayup di hatiku. Puisi rindu Islami Puisi rindu Islami Dalam diam doa-doaku tak pernah diam, padamu. *** Malam dingin, sedingin munajatku yang tak banyak ingin, sediam doaku yang tak lagi seriuh angina. *** Suara penyeru menyibak langit Embun embun pilu berjatuhan Menciumi dedaunan tanpa keegoan Bergegaslah..keabadian menunggu jiwamu Diatas sajadah labuhkanlah cintamu. *** Pertemuan di langit tinggi dengan doa doa terbaik sejatinya lebih membahagiakan hati. *** Disamudera Al Ikhlas Aku tenggelam dalam cintaMu. *** Disetiap helai senja Selalu ada doa yang ku langitkan dengan purna Perihal siapa.. biarlah Allah Yang Maha cinta tunjukkan alamatnya Ditiap helai usia Ada asa yang menjuntai dari perwujudan doa Dan bahagia adalah amin yang tak lagi rahasia. *** Kun fayakun Aku rela segala takdirMu Aku ikhlas apapun titahMu Sebab aku yakin apapun kehendakMu Adalah terbaik untuk ruang dan waktuku. *** Ada yang lupa kusebut dalam doa Tentang ego yang masih meraja di jiwa Menjadi tabir tebal di pelupuk mata Menutup rasa dengan segala asa. *** Sabarlah kawan Cobaan adalah kemuliaan Ujian adalah cinta Tuhan yang tertuang Bagai hujan di kemarau panjang Kelak kau akan mengerti Setiap takdir adalah kenikmatan Setiap titah adalah jatah terindah. *** Bersama angin Kutafakkuri segala yang kuingin Allahku, Aku hamba yang dzalim. *** Angin rindu berhembus di sajadah Membelai wajah cinta tak sudah-sudah Aku ingin segera berangkat hijrah Menemui-Nya dalam bingkai pasrah. *** Tentang sepi, kelak kita akan sendiri menghadap Rabbi, memeluk sepi sepanjang hari. *** Allahu, rindu pada-Mu tak pernah jemu. *** Ketika cinta tak lagi tahu maknanya Dan rindu berbayang tak jelas tujuannya Kembalilah pada-Nya… tanyakan setiap inci arah berlabuh Tuhan pemilik sebaik-baik tempat berteduh. *** Aku ingin rinduku ini tak habis habis Kepada-Mu.. penguasa cinta dari segala lapis. *** Nanti akan aku ceritakan padamu, tentang penantian yang tak kenal akhir waktu, sebab cinta bukan soal kapan, tapi ketika Tuhan sudah menetapkan. *** Di munajatku yang gagu Ku tangkap sebilah rindu Ada doa terserak di wajahku Aku tertampar dosa-dosaku. Puisi kerinduan yang mendalam Puisi rindu yang mendalam © Di tubuhku, ada cuaca yang disebut rindu, bergemuruh menyala menyambar, lalu dengan lembut terpejam memelukmu. *** Terlalu banyak kureguk laut, perahu-perahu terjebak ke dalam jantungku, aku diam sekaligus tenggelam, tersedak rindu. *** Ribuan sajak akan terus memanggilmu, ribuan ombak menggerus waktu, serius memahatmu pada tebing rindu. *** Apa yang kaupagut dari bibirku hanya lembut ombak, rinduku gemuruh lautan yang menghempas ke hatimu. *** Pada ranting patah mungkin tumbuh cabang baru, pada pelukanku kau tak perlu ragu, setiap bentangnya adalah debar, ranum dalam rindu. *** Seolah cuaca mengubahmu jadi gerimis, yang jatuh ke dalam mimpiku. *** Mataku tak pernah kehilangan bayangmu, saat terpejam, diam-diam mengucap rindu. *** Aku ilalang yang ingin tumbuh di tepian matamu, aku tak ingin jadi tangkai rindu yang patah menahan waktu. *** Rindu memang api biru. Menyentuhnya, kau tak perlu takut dan ragu. Sebab hanya sehangat kuku. *** Di hatiku, apa yang tidak menjadi patah? Semua jatuh menuju senja, mengira kau selalu di sana. *** Di langitku yang tersisa siluet rambutmu, senja tertimbun bulu mataku, yang gugur karena kecintaannya padamu. *** Embun di kaca, seperti tak bosan-bosannya menulis rindu, meninggalkan ribuan huruf, yang menetes lembut ke dada. *** Biarkan aku kuyup dalam rintih embunmu, hanyut ke dalam urat-urat daun, di lebatnya rimba rindu. *** Langit dipenuhi kerling matamu, memanggilku di lengang yang jauh, di rindu yang tak tersentuh waktu. *** Terlalu sulit untuk terpejam, kelopak mata seperti sebuah pintu, yang berderit saat datang bayangmu. *** Barangkali engkau memang hujan yang kutunggu. Memandang matamu, terasa begitu deras sesuatu menghujam kalbu. *** Di matamu, apa sih yang tak fatal bagiku? Sekali kaukerdipkan, rindu meledak di dalam kalbu. *** Aku tak bisa berpaling, hujan selalu jatuh tepat di mataku, mengantar bayangmu, membasuh rindu. Puisi tentang rindu yang terpendam Puisi rindu yang terpendam © Seandainya, aku dapat menukar rindu dengan waktu, maka kupilih pelukanmu. *** Senja yang lebam itu aku, seharian dipukul hujan dan rindu. *** Aku suka memandangmu, seperti membaca buku, sampulnya kelopak matamu, yang perlahan membuka seribu halaman rindu. *** Kau pun kembali sebagai rindu, guguran salju di celah bibirku, memperjelas ketiadaanmu. *** Benarkah yang mengetuk pintu jantungmu? Tapi kutahu suara itu hanya ada dalam kalimat rindu. *** Angin menggugurkan embun, menjatuhkannya di pintu, kucoba melihatnya yang ada hanyalah pendar rindu. *** Aku memandang hujan, mendengarkan sebuah lagu. Mengapa rintik itu lebih merdu, saat kusebut namamu? *** Mendung seperti cahaya di dalam kamar, dan kita tak sadar, gemuruh hujan itu bukan di luar, tapi di dalam dada kita yang berdebar. *** Aku belajar pada embun, bagaimana mengecup bunga tanpa menjatuhkannya, tapi justru membiarkan dirinya yang jatuh. *** Bagaimana aku terpejam, bayangmu memecut mataku dari jam ke jam, siapa bilang rindu tidak kejam, jika jatung ini terus dirajam. *** Laut tak mau menanggung rindu, dan hanya aku yang tahu, pelukanmu sanggup menampung ribuan ombak, yang menghantam dadaku. *** Karena kau memandangku, debu-debu menjadi cahaya. Karena kau tersenyum tanpa ragu, rinduku menggebu-gebu dalam gelap cuaca. *** Ombak mengetik rindu di hamparan pantaiku, aku lihat perahu, namun tiada yang datang selain bayangmu. *** Gemuruh ombak bagai gergaji membelah dada, menggenangi seluruh waktu, menghempaskan sukma ke dalam hamparan rindu. *** Hembusan angin membawa rinduku ke cakrawala, langit jadi kelabu, menggambar beribu bayangmu. *** Andaisaja kupu-kupu seindah kelopak matamu, bisakah juga berkedip membisikkan rindu? *** Kau bertanya arti pelukan; andai kau tahu apa yang menyala dalam kalbu, tak semestinya kau kedinginan dalam rindu. *** Aku merawat rindu dengan terus menulis sajak, dengan kata-kata yang tak menyerah pada waktu, yang tak lelah menempuh jarak. Puisi rindu kekasih yang jauh Bila rindu laut, akan aku kunjungi matamu, menatapmu lama-lama, merasakan ribuan ombak mengempas dada, sebelum kuceburkan diriku. *** Rindumu hanya bisa kembali ke dalam rusukku, sebab ada cinta yang selalu menunggu, di balik bilik jantungku. *** Cukup pelukanmu mewakili samudera, merubuhkan tubuhku, merebahkan keluh dan rindu, tenggelam dalam suara laut di jantungmu. *** Pernah satu bintang terbakar rindu, seribu serpihan berderaian di mataku, seolah tahu sudut-sudut tempat bayangmu. *** Malam tak dapat merahasiakan rindu, selalu ada nyala yang menggoreskan warna pada wajahmu. *** Aku menyukai ranum bibirmu, mawar merekah di sudut-sudutnya dan sudah tentu segala puisi tumbuh di sana. *** Ajari aku membaca aksara yang tak terjangkau rindu. Mataku rabun, tetapi suaramu terdengar dalam gema yang merdu. *** Menggenggam tanganmu seperti menggenggam buku, sebuah buku dengan kehangatan yang tak pernah selesai menceritakan rindu. *** Tak ada yang dapat menyembunyikan cahaya, ia selalu mencari atau mencarik celah, seperti rindu, yang membuat dada terbelah. *** Kupetik semua bintang itu. Agar tumbuh kerdip baru, kerdip matamu, kerdip yang cuma tumbuh di dalam rindu. *** Malam merebut sajak, angin merobek suaraku, mungkin aku tak lagi terdengar, tapi rindu ini terus berdebar melampaui kata-kata. *** Malam menuntun bayangmu padaku, yang kukira helai-helai rambutmu, nyatanya hanya untaian bait puisi rindu. *** Aku tak cemas pada hujan, sebab bagian paling deras adalah rindu, semua bermuara di parasku, melingkarkan nafasnya yang lembut memburu. *** Di celah cinta dan rindu, akan ada badai dan cuaca tak tentu, tutuplah pintu, sebelum aku kaukunci di dalam hatimu. *** Jika hujan tak menetes padaku maka hanya ada kertas yang terbakar rindu, tanganku yang tak letih menggambar hanya mendapatkan bayangmu. *** Gerimis yang jatuh di kaca, hati-hati meletakkan bayangmu. Aku mengecup kaca itu, merasakan sejuknya rindu menitik kalbu. Puisi hujan rindu Puisi rindu dan hujan Hujan telah usai. Di jalan yang pernah kita lalui bersama, genangan memantulkan cahaya lampu. Aku satu-satunya pejalan yang melihat bayangmu. *** Apakah yang dikabarkan hujan padaku? Jika rindu yang ia jatuhkan pada punggungku, aku pasti berbalik memeluk seluruh rintiknya. *** Gerimis ini menghiburku, lembutnya seperti kugenggam jarimu, basahnya seperti kusentuh bibirmu. *** Hujan menjelang malam dan bulan ikut berguguran dalam rintiknya, cahaya-cahaya bersentuhan lembut dengan senyummu. *** Tanganmu menggenggam tanganku, memecahkan segelas rindu, membebaskan pasir dari gelas waktu, debar jantungmu menggelegar seperti merapi yang menjadi hujan abu di tubuhku. *** Gerimis yang mengetuk kaca itu, biarkan melemparkan butirnya di kamarmu, menjatuhkah rinduku di tempat yang tak terjangkau air mataku. *** Mengapa senja meninggalkan jendela, membiarkan gerimis jatuh di kaca, hanya untuk memantulkan bayangmu? *** Ranting-ranting flamboyan itu, sungguh bagai bulu matamu, menahan hujan dan menjadikannya gerimis, mengubah terik matahari menjadi tatapan teduh. *** Mestinya tak perlu kucemaskan matahari. Ada kerling hujan, di antara bulu mata senja. Tetapi haruskah hanya rindu, kata-kata yang dipilih cuaca? *** Hujankah itu? jika pada tiap rintiknya, bibirmu terasa menyentuhku, terasa kau berbisik padaku. *** Kukecup keningmu dengan lembut, seperti angin mengecup langit, menjatuhkan butir-butir gerimisnya, mengisi spasi di antara kelopak bunga. *** Sekalipun pagi dihajar hujan, yang paling menggetarkan tetaplah embun di matamu. *** Jika kau gerimis, pagutkan rintikmu pada hening bibirku, jika kau hujan, tautkan dadaku dalam gemuruhmu. Tak perlu kau teriakkan rindu, lembut saja, seperti jantungku menyebut namamu. *** Seperti bola matamu, langit hitam kelabu teduh memandangku, menjatuhkan seluruh hujannya padaku. *** Engkau mata berkerudung rindu, tempat kutemukan bening air hujan, yang memantul kembali ke langit, sebagai doa. *** Kau telah menjadi nada sebelum aku mengenal bunyi, yang menuntunku pada suara hujan, jauh sebelum ia jatuh. *** Andai kau tahu, aku jatuh berkali-kali, seperti hujan, seperti embun, menjadi titik-titik yang membentuk huruf di bibirmu. *** Embun, hujan bahkan laut bersedia menjadi tinta, saat kutuliskan kalimat cinta di bibirmu. *** Tak henti-hentinya hujan menembakkan rindu, sesekali terdengar ledakan saat aku mengecupmu. *** Setetes apapun hujan pastilah membawa rindu, kusediakan tempat untukmu, sekalipun sayup-sayup kau datang menjenguk hatiku. Penutup Gimana, sudah baca semua koleksi puisi rindu yang kakak tuliskan di atas? Semoga bisa menjadi inspirasi buat kamu ya dalam mengungkapkan perasaan rindumu pada bentuk tulisan. Memendam rindu itu tidak baik looh, ibaratnya itu seperti kamu memenggam bara. Perih dan sakit. Iya, ngga? Kalau tidak mau repot-repot, kamu bisa mengambil kutipan puisi tentang rindu di atas kemudian kamu bagikan ke media sosial, siapa tau orang yang kamu rindukan membacanya. Terakhir, jika kamu punya puisi rindu, boleh dong di share ke kita-kita. Tuliskan saja di kolom komentar di bawah, biar semuanya juga bisa baca. Mana tahu ada yang terinspirasi dari tulisanmu. Siap? PuisiRindu Pada Kekasih Kata Kata Indah from tehnik-ku.blogspot.com. Puisi rindu ini sangat cocok bagi kita yang ingin menyampaikan isi hati kerinduan kita terhadap sang kekasih yang jauh disana lewat puisi rindu. Kumpulan puisi rindu kekasih yang jauh dimanakah kau berada karya: Kulinangkan rindu diujung mata, menari indahnya dipelupuk angan. Kumpulan puisi tentang doa. Puisi doa, Doa merupakan sebuah permohonan, permintaan atau harapan kepada Allah agar sang pemohon atau peminta doa mendapatkan suatu kebaikan serta juga merupakan suatu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana diketahui Allah adalah Sang pencipta langit dan bumi yang mengatur segala juga dapat di artikan mendekatkan diri kepada sang Maha pencipta, karena doa adalah bagaian dari kitab suci Al-Qur’an menjelaskan bahwa orang orang yang taat melakukan ibadah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara berdoa disertai dengan keikhlasan hati yang doa akan cepat dikabulkan apabila dilakukan dengan hati yang ikhlas, yang tentunya juga di sertai dengan merupakan senjʌta yang ampuh untuk memenangkan diri ketika dalam menghadapai permasalahan hidup ini adalah ujian, maka itulah kenapa Allah mewajibkan umatnya mengadu kepadanya ketika menghadapi permasalahan dengan kata tentang doa, di bawah ini beberapa puisi dan doa, atau puisi yang berjudul doa, dipublikasikan blog puisi dan kata bijak, bahkan diantaranya puisi cinta dalam bentuk berikut ini adalah daftar judul kumpulan contoh puisi tentang doa diterbitkan antara lainPuisi bisikan doaPuisi doaPuisi pejuang malamPuisi gaung kejayaanPuisi nama adalah doaTujuh judul puisi bertema doa, yang menjelaskan cerita puisi dalam bentuk Doa baik puisi doa cinta maupun puisi doa malam serta puisi usaha dan Puisi Tentang DoaBagaimana cerita puisi dan makna puisi dan doa dibalik rangkaian kumpulan puisi tentang doa yang dipublikasikan puisi dan kata lebih jelasnya tentang kata kata doa dalam bentuk puisi silahkan disimak saja puisinya berikut BISIKKAN DOAEfhan ArdyDi tengah heningnya malam ini..Aku sendiri !Di atas lusuhnya sajadah kusamAku mohonkan doa-doakuTuhan.. terangilah jalanku yang kelamBeban hidup adalah cobaanDan jalan yang aku pilih kehendakMuTapi.. aku tak mengerti !Mengengapa semua seperti ilusi ?Mengapa semua seperti mimpi ?Tiada yang pasti !Dan di penghujung malam yang sunyi..Ku akhiri !Derai tangisan nurani telah mengilhamiDingin malam yang sepi telah merasuk hatiYang terpilih tak mungkin berdalihUsah menyesal pada yang kekal..Waktu yang pergi tak mungkin kembaliDan yang terjadi tak selalu seperti di hatiPuisi DoaMuhammad Khalid bin ZainulYa Allah,ampunkan dakuaku terlupa mensyukurikeamanan negeri ini,perut yang tidak mengenal kebulur,ujian yang masih mampu dihadapidan hidup di dunia terkira rahmatmu ke atas diri iniwalaupun dosadosaku menggunung hatiku dan teguhkan imankuagar mampu kukembali pada-Musebagai jiwa yang 645amKota SingaPuisi Para Pejuang MalamOleh Ulianisa AprilianiSeruan FadhilDari surau tuaMembetas petangDi malam yang QadarMerdu mendayuSyahdumembelai Jiwa insanTajuk suciDengan matlamatlangkah muliaBungkasDari pembaringanMenjejak bahaduriMenembus petangMenghantam bekuMahkotaDari sorbanDan telekungBaju dikara Adiluhungyang maksumSejadahHamparan permadaniLandasan IbadahPejuang malamDi hujanRahmat TuhanDigugu salimUcap mustajabSembah IjabahDedo'a yang diuntainyaMenembus dirgantaraPuisi Gaung KejayaanOleh Ulianisa AprilianiTakbirGaung kejayaanMenggema tahirDi seanteroJagat rayaMenyeru banggaAtas diraihnyaWijaya dikaraKabilah lillahBer euforiaMemestakanYaum akbarArdi menggegarSeakan mendistorsiSuka citaYang bertahtaDi atasnyaLanggasSelepas tempoIbadatMengikis nafsiMembelenggu pemujanyaPadami jahannamDengan cecair ImanKala dua hastaMenggamit takzimMencipta keterpautanDiryah musnahAlpha ditebusJiwa kudusMenitisZahir mereinkarnasiKembali suciMenuju fitriPuisi Nama Dalam Do’aOleh Ulianisa AprilianiBahkan TuhanpunMulai muak dan jengahMemandang makhluk payahHamba yang paling lemahYang hatinya tengah terpanahDan terus menengadahAtau Tuhan pura-pura tuliMulai bosan dengan gaduhnya lisankuMenyebut namamu berulang kaliSelaksa mantra-mantra mistikDalam setiap Do’a yang kuracikDi sepertiga malamkuAmpuni aku sahaya hinaYang lancang mendikte TuhanAgar menuliskan suratan namamuAku bukanlah pendayungBukan pula penyetir sampan takdirTapi kurahap angin dapat mendayungkuMenepi ke dermaga cintamuJika memujamu adalah keletihanMengharapkanmu membuatku lejarMaka kepada Lillah aku berpasrahDemikianlah puisi tentang doa. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga kelima puisi religi diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Dengarkanlahrintihan daripada hamba-Mu yang daif ini Jangan Engkau biarkan aku sendirian Di dunia ini maupun di akhirat Menjuruskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup Ke jalan yang Engkau ridhai

Kumpulan puisi romantis rindu sama pacar yang jauh disana. Puisi cinta yang dipublikasikan berkas puisi untuk kali ini adalah puisi kangen buat pacar atau puisi tentang rindu yang terpendam buat kekasih yang rindu adalah ungkapan cinta yang terkadang sebagai pelengkap kata kata romantis untuk mengungkap kata kata rindu pas seorang yang di bagaimana ketika seorang kekasih atau pacar yang dicintai berada jauh, yang tentunya hal semacam ini akan membuat rindu dan kerinduan semakin terpendam, Nah kumpulan puisi romantis rindu kekasih yang dipublikasikan berkas puisi yang Puisi Romantis Rindu Sama Pacar yang Jauh DisanaBerikut ini adalah kata kata rindu sama pacar yang lagi jauh dalam bentuk puisi cinta dan rindu yang menjelaskan kata kata kangen dan rindu sama pacar yang lagi jauh. Silahkan disimak saja deretan bait puisi cinyaPUISI RINDUOleh Khairul AzwarHembusan angin malamMenghantarkan sejuta senyumanTersingkap sebuah kenanganEngkaulah ratu impian kuDeruan ombak di lautMembuat hati ini terhanyutJantung tak henti berdenyutMenahan gelombang rinduYang tak kunjung surutKelipan bintang di langitMembuat hati selalu berbisikRedup mata selalu terlirikMengenangkan wajah ayu muAlunan merdu kata rinduAkan selalu bersyahduMengalir bersama batin kuTiada henti merindukan muPUISI RINDU YANG TERTANGGALKarya N. AsrulBulan seperti di pucuk rantingAda rindu yang manis di keningBila senja telah tertinggalAda rindu yang mulai tertanggalMalam bukan dihitung dengan angka-angkaBukan jua dengan sebuah kata-kataIa sendiri ingin dicariMenyulam sepi menjadi-jadiSemarang , 22 Januari 2019PUISI RINDUKarya SemusimDi jiwaku ada rindu yang belum kembalidan aku sudah lama menunggunya tibadengan rindu yang tak begitu sempurnadan air mata yang tak jua dimana arahnyaBila rindumu sudah membuatku cukup disiniaku seperti sajak-sajak yang sedang merasakan sakitDengan kedamaian angin yang membuat bunga tak ingin layuserta kesejukan embun yang membuat daun tak ingin mengeringaku ingin lebih lama dari ituhingga rindunya berarti untukkuSemarang, 01 Oktober 2018Demikianlah kumpulan puisi romantis rindu sama pacar yang jauh disana. baca juga puisi rindu dalam diam atau puisi tentang rindu yang terpendam yang telah di publikasikan sebelumnyaSemoga puisi romantis rindu sama pacar dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis kata kata puisi kangen buat pacar yang bisa bikin dia terharu atau puisi pendek rindu kekasih.
Puisidoa untuk kekasih yang jauh ini spesial kubuatkan untukmu 3. Doa Puisi Untuk Pasang LDR Yang Sedang Tugas Negara Ku tahu bahwa negara ini membutuhkanmu Ku tahu bahwa cintamu terhadap negara tiada duanya Kepergianmu ku lepas dengan lapang dada Semoga bisa kembali seperti sedia kala Tak perlu takut sayang Puisi doa dan cinta dari-Mu adalah adalah rangkaian kata-kata puisi cinta dan doa serta puisi kekuatan doa dirangkai dengan kata kata puisi doa dan harapan untuk cerita puisi doa cinta untuk kekasih yang jauh dipublikasikan berkas puisi, apakah bercerita seperti puisi cinta dalam doa atau puisi doaku untukmu lebih jelansya kata kata doa dan cinta dalam bait puisi tentang cinta disimak saja puisi berjudul doa dan cinta dari sang Maha kuasa berikut Dan Cinta Dari-MuKarya Chumairoh Aksara Kimya Kusulam kembali benang-benang rasĂ Kusatukan dalam tembang kerinduanTiada kekal rasĂ  di jiwaSelain cinta dari Yang Maha cintaKubingkai hasrat diuntaian doaKupinang harap dipenantian cintaKusirami langkah dengan niat nan tulusDzikir terlantun begitu damai terasaKutepis resah di jiwaMelerai ego pembawa kehancuranMenggenggam erat arti keyakinanTanpa berbalik arah tinggalkan yang adaBiarkan jarak dan doa menggemaKetika pinta tak jua berwujud nyataNamun keindahan cinta memang adaTanpa harus memaksa untuk di CintaInilah jalan kasih-MuKeridaan-Mu begitu terdambaUntuk iringi langkah tujuan terbinaTanpa-Mu kisah ini tak pernah adaTanpa-Mu cinta ini tak pernah singgahEngkau lah Maha Pemberi rasĂ Di atas rasĂ  yang sesungguhnyaHingga kekuatan Itu ada tanpa pernah di dugaDemi sebuah rasĂ  yang telah hadir direlung jiwaSingapore, 10 Maret 2021 mZgqP.
  • gr841pujlc.pages.dev/67
  • gr841pujlc.pages.dev/194
  • gr841pujlc.pages.dev/245
  • gr841pujlc.pages.dev/283
  • gr841pujlc.pages.dev/38
  • gr841pujlc.pages.dev/494
  • gr841pujlc.pages.dev/169
  • gr841pujlc.pages.dev/438
  • puisi doa untuk kekasih yang jauh