Usai menyebut keteladanan Nabi Ibrahim sebagai imam, nabi, dan rasul, dan meminta Nabi Muhammad untuk mengikutinya, pada ayat ini Allah meminta beliau menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik, "Wahai Nabi Muhammad, seru dan ajak-lah manusia kepada jalan yang sesuai tuntunan Tuhanmu, yaitu Islam, dengan hikmah, yaitu tegas, benar, serta bijak, dan dengan pengajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka, yaitu siapa pun yang menolak, menentang, atau meragukan seruanmu, dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dan menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan berada di jalan yang benar."
AnNahl Ayat 126 Arab-Latin An-Nahl Ayat 127 Bahasa Indonesia Terjemah Arti An-Nahl Ayat 128 Terjemahan Tafsir Al-Isra Ayat 1 Isi Kandungan Al-Isra Ayat 2 Makna Al-Isra Ayat 3. Keterangan mengenai QS. Simak jugaarti dan arti surat an nahl ayat 125 Quran Surat An-Nahl Ayat 124. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ Ud'u ilaa sabiili Rabbika bilhikmati walmaw 'izatil hasanati wa jaadilhum billatii hiya ahsan; inna Rabbaka huwa a'almu biman dalla 'an sabiilihii wa Huwa a'lamu bilmuhtadiin Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. Juz ke-14 Tafsir Usai menyebut keteladanan Nabi Ibrahim sebagai imam, nabi, dan rasul, dan meminta Nabi Muhammad untuk mengikutinya, pada ayat ini Allah meminta beliau menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik, "Wahai Nabi Muhammad, seru dan ajak-lah manusia kepada jalan yang sesuai tuntunan Tuhanmu, yaitu Islam, dengan hikmah, yaitu tegas, benar, serta bijak, dan dengan pengajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka, yaitu siapa pun yang menolak, menentang, atau meragukan seruanmu, dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dan menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan berada di jalan yang benar." Dalam ayat ini, Allah swt memberikan pedoman kepada Rasul-Nya tentang cara mengajak manusia dakwah ke jalan Allah. Jalan Allah di sini maksudnya ialah agama Allah yakni syariat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt meletakkan dasar-dasar dakwah untuk pegangan bagi umatnya di kemudian hari dalam mengemban tugas dakwah. Pertama, Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa sesungguhnya dakwah ini adalah dakwah untuk agama Allah sebagai jalan menuju rida-Nya, bukan dakwah untuk pribadi dai yang berdakwah ataupun untuk golongan dan kaumnya. Rasul saw diperintahkan untuk membawa manusia ke jalan Allah dan untuk agama Allah semata. Kedua, Allah swt menjelaskan kepada Rasul saw agar berdakwah dengan hikmah. Hikmah itu mengandung beberapa arti tentang rahasia dan faedah segala sesuatu. Dengan pengetahuan itu sesuatu dapat diyakini keberadaannya. yang tepat dan benar yang menjadi dalil argumen untuk menjelaskan mana yang hak dan mana yang batil atau syubhat meragukan. hukum-hukum Al-Qur'an, paham Al-Qur'an, paham agama, takut kepada Allah, serta benar perkataan dan perbuatan. Arti hikmah yang paling mendekati kebenaran ialah arti pertama yaitu pengetahuan tentang rahasia dan faedah sesuatu, yakni pengetahuan itu memberi manfaat. Dakwah dengan hikmah adalah dakwah dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan rahasia, faedah, dan maksud dari wahyu Ilahi, dengan cara yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, agar mudah dipahami umat. Ketiga, Allah swt menjelaskan kepada Rasul agar dakwah itu dijalankan dengan pengajaran yang baik, lemah lembut, dan menyejukkan, sehingga dapat diterima dengan baik. Tidak patut jika pengajaran dan pengajian selalu menimbulkan rasa gelisah, cemas, dan ketakutan dalam jiwa manusia. Orang yang melakukan perbuatan dosa karena kebodohan atau ketidaktahuan, tidak wajar jika kesalahannya itu dipaparkan secara terbuka di hadapan orang lain sehingga menyakitkan hati. Khutbah atau pengajian yang disampaikan dengan bahasa yang lemah lembut, sangat baik untuk melembutkan hati yang liar dan lebih banyak memberikan ketenteraman daripada khutbah dan pengajian yang isinya ancaman dan kutukan-kutukan yang mengerikan. Namun demikian, menyampaikan peringatan dan ancaman dibolehkan jika kondisinya memungkinkan dan memerlukan. Untuk menghindari kebosanan dalam pengajiannya, Rasul saw menyisipkan dan mengolah bahan pengajian yang menyenangkan dengan bahan yang menimbulkan rasa takut. Dengan demikian, tidak terjadi kebosanan yang disebabkan uraian pengajian yang berisi perintah dan larangan tanpa memberikan bahan pengajian yang melapangkan dada atau yang merangsang hati untuk melakukan ketaatan dan menjauhi larangan. Keempat, Allah swt menjelaskan bahwa bila terjadi perdebatan dengan kaum musyrikin ataupun ahli kitab, hendaknya Rasul membantah mereka dengan cara yang baik. Suatu contoh perdebatan yang baik ialah perdebatan Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang mengajak mereka berpikir untuk memperbaiki kesalahan mereka sendiri, sehingga menemukan kebenaran. Tidak baik memancing lawan dalam berdebat dengan kata yang tajam, karena hal demikian menimbulkan suasana yang panas. Sebaiknya dicipta-kan suasana nyaman dan santai sehingga tujuan dalam perdebatan untuk mencari kebenaran itu dapat tercapai dengan memuaskan. Perdebatan yang baik ialah perdebatan yang dapat menghambat timbulnya sifat manusia yang negatif seperti sombong, tinggi hati, dan berusaha mempertahankan harga diri karena sifat-sifat tersebut sangat tercela. Lawan berdebat supaya dihadapi sedemikian rupa sehingga dia merasa bahwa harga dirinya dihormati, dan dai menunjukkan bahwa tujuan yang utama ialah menemukan kebenaran kepada agama Allah swt. Kelima, akhir dari segala usaha dan perjuangan itu adalah iman kepada Allah swt, karena hanya Dialah yang menganugerahkan iman kepada jiwa manusia, bukan orang lain ataupun dai itu sendiri. Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang tidak dapat mempertahankan fitrah insaniahnya iman kepada Allah dari pengaruh-pengaruh yang menyesatkan, hingga dia menjadi sesat, dan siapa pula di antara hamba yang fitrah insaniahnya tetap terpelihara sehingga dia terbuka menerima petunjuk hidayah Allah swt. sumber Keterangan mengenai QS. An-NahlSurat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah ayat 68 yang artinya "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia lihat ayat 69. Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Lihat surat 10 Yunus ayat 57 dan surat 17 Al Isra' ayat 82. Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Asbab An-Nuzul Surat An Nahl ayat 125. Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya) ayat ini. Al-Wahidi menerangkan bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah SAW. menyaksikanادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini! Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Serulah manusia, hai Muhammad kepada jalan Rabbmu yakni agama-Nya dengan hikmah dengan Alquran dan pelajaran yang baik pelajaran yang baik atau nasihat yang lembut dan bantahlah mereka dengan cara bantahan yang baik seperti menyeru mereka untuk menyembah Allah dengan menampilkan kepada mereka tanda-tanda kebesaran-Nya atau dengan hujah-hujah yang jelas. Sesungguhnya Rabbmu Dialah Yang lebih mengetahui Maha Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk maka Dia membalas mereka; ayat ini diturunkan sebelum diperintahkan untuk memerangi orang-orang kafir. Dan diturunkan ketika Hamzah gugur dalam keadaan tercincang; ketika Nabi saw. melihat keadaan jenazahnya, lalu beliau saw. bersumpah melalui sabdanya, "Sungguh aku bersumpah akan membalas tujuh puluh orang dari mereka sebagai penggantimu." Wahai Nabi, ajaklah manusia meniti jalan kebenaran yang diperintahkan oleh Tuhanmu. Pilihlah jalan dakwah terbaik yang sesuai dengan kondisi manusia. Ajaklah kaum cendekiawan yang memiliki pengetahuan tinggi untuk berdialog dengan kata-kata bijak, sesuai dengan tingkat kepandaian mereka. Terhadap kaum awam, ajaklah mereka dengan memberikan nasihat dan perumpamaan yang sesuai dengan taraf mereka sehingga mereka sampai kepada kebenaran melalui jalan terdekat yang paling cocok untuk mereka. Debatlah Ahl al-Kitâb yang menganut agama-agama terdahulu dengan logika dan retorika yang halus, melalui perdebatan yang baik, lepas dari kekerasan dan umpatan agar mereka puas dan menerima dengan lapang dada. Itulah metode berdakwah yang benar kepada agama Allah sesuai dengan kecenderungan setiap manusia. Tempuhlah cara itu dalam menghadapi mereka. Sesudah itu serahkan urusan mereka pada Allah yang Maha Mengetahui siapa yang larut dalam kesesatan dan menjauhkan diri dari jalan keselamatan, dan siapa yang sehat jiwanya lalu mendapat petunjuk dan beriman dengan apa yang kamu bawa. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021331 Link sumber Yang lurus; yang di dalamnya mengandung ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh. Hikmah artinya tepat sasaran; yakni dengan memposisikan sesuatu pada tempatnya. Termasuk ke dalam hikmah adalah berdakwah dengan ilmu, berdakwah dengan mendahulukan yang terpenting, berdakwah memperhatikan keadaan madâu orang yang didakwahi, berbicara sesuai tingkat pemahaman dan kemampuan mereka, berdakwah dengan kata-kata yang mudah dipahami mereka, berdakwah dengan membuat permisalan, berdakwah dengan lembut dan halus. Adapula yang menafsirkan hikmah di sini dengan Al Qurâan. Yani nasehat yang baik dan perkataan yang menyentuh. Termasuk pula memerintah dan melarang dengan targhib dorongan dan tarhib menakut-nakuti. Misanya menerangkan maslahat dan pahala dari mengerjakan perintah dan menerangkan madharrat dan azab apabila mengerjakan larangan. Jika orang yang didakwahi menyangka bahwa yang dipegangnya adalah kebenaran atau sebagai penyeru kepada kebatilan, maka dibantah dengan cara yang baik; yakni cara yang dapat membuat orang tersebut mau mengikuti secara akal maupun dalil. Termasuk di antaranya menggunakan dalil yang diyakininya, karena hal itu lebih dapat mencapai kepada maksud, dan jangan sampai perdebatan mengarah kepada pertengkaran dan caci-maki yang dapat menghilangkan tujuan serta tidak menghasilkan faedah darinya, bahkan tujuannya adalah untuk menunjukkan manusia kepada kebenaran, bukan untuk mengalahkan atau semisalnya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, âAllah âAzza wa Jalla menjadikan tingkatan dalam berdakwah sesuai tingkatan manusia; bagi orang yang menyambut, menerima dan cerdas, di mana dia tidak melawan yang hak benar dan menolaknya, maka didakwahi dengan cara hikmah. Bagi orang yang menerima namun ada sisi lalai dan suka menunda, maka didakwahi dengan nasehat yang baik, yaitu dengan diperintahkan dan dilarang disertai targhib dorongan dan tarhib membuat takut, sedangkan bagi orang yang menolak dan mengingkari didebat dengan cara yang Dia mengetahui sebab yang dapat mengarah kepada kesesatan, Dia mengetahui pula amal-amal yang timbul dari kesesatannya, dan Dia akan memberikan balasan terhadapnya. Dia mengetahui orang yang cocok memperoleh hidayah, maka Dia menunjukkan mereka.
TafsirIbnu Katsir Surah An-Nahl ayat 120-123 | alqur’anmulia. 124, dan 125 Lengkap Dengan Arti / Terjemahannya | Alquran Surat Ayat. Surah Al Maa’idah ayat 120 [QS. 5:120] » Tafsir Alquran (Surah nomor 5 ayat 120) Arti Perkata Surat Al Baqarah Ayat 120 dengan Teks Arab, Latin, Terjemah. Surat Al Baqoroh Ayat 30 - MasRozak dot COM
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID me3G4Ptir9K24Y9lOUcpAr1-aFAC_KaMxgBaTgtBvqeiS0laGzrn6Q==28UuSuhendar, Tafsir al-Razi Kasaluyuan Surat, Ayat jeung Mufrodat, vi . 29Uu Suhendar, Tafsir al-Razi Kasaluyuan Surat, Ayat jeung Mufrodat, 7 . 30Abdul Mustaqim, Dinamika Sejarah Tafsir al-Qur’an Studi Madzahibut . Tafsir/Aliran-aliran dari Periode Klasik, Pertengahan, Hingga Modern-Kontemporer (Yogyakarta: Idea Press, 2016), 112
Surat an nahl ayat 125 – sahabat, kali ini admin akan meneruskan membuat artikel tentang al quran per ayat, dan dalam artikel kali ini yang akan dibahas yaitu surat an nahl ayat 125 menggunakan format bahasa arab dan juga indonesia. Anda juga dapat membaca surat an nahl satu surat lengkap dengan arab dan juga terjemahnya, jika anda ingin membaca surat ini secara keseluruhan, anda dapat klik link surat an nahl lengkap dengan terjemahnya dan juga arabnya. Oke langsung saja silahkan anda baca ayat ke 125 surat an nahl dibawah إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَTerjemahnya“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”Nah sahabat, itulah surat an nahl ayat 125 untuk anda baca sehari hari atau untuk anda hafalkan, semoga bermanfaat. Tolong admin untuk share atau membagikan artikel surat al quran per ayat ini agar lebih banyak lagi yang membaca al Iqra’. Itulah ayat dan kata pertama yang Alloh SWT wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Ayat 1 sampai 5 dari surat Al Alaq adalah ayat-ayat pertama yang Alloh turunkan atau wahyukan untuk Umat manusia khususnya umat islam. Yang menarik adalah kata pertama dari 5 ayat tersebut yaitu Iqra’ seperti yang saya sebutkan diatas. Secara bahasa kita tentu sudah mengerti dan faham bahwa ayat atau kata tersebut menyuruh kita untuk membaca, Iqra berasal dari suku kata qara’a yang berarti baca. Jika ditelaah lebih lanjut akan tampak lebih jelas bahwa kata tersebut menyuruh kita untuk membaca. Apabila kita lihat dari sudut pandang ilmu Nahwu atau Nahwiyyah, yang mana ilmu tersebut adalah salah satu ayat yang dipakai untuk menafsirkan Al Quran, kata Iqra’ masuk kedalam “Harfu Nida” Atau jika diterjemahkan berarti “kalimat penyeru”. Yang berarti didalam kata Iqra’ tersebut Alloh bermaksud menyuruh kita untuk membaca. Lantas apa yang harus dibaca? Tentu saja ilmu yang bermanfaat. Apapun ilmu tersebut yang bermanfaat maka baik untuk dipelajari. Al Quran adalah kitab yang berisi ilmu yang sangat lengkap, mulai dari kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan Alloh SWT yang wajib kita ketahui. Ilmu hubungan sosial bahkan sampai ilmu alam pun terdapat didalam mukjizat terhebat yang pernah Alloh turunkan ke bumi. Oleh karena itu marilah kita membaca Al Quran setiap hari, karena bahkan hanya mendengarnya Isi Al-Quran saja kita sudah diganjar amal untuk memberatkan amal baik kita ketika di hari pembalasan nanti. Apalagi jika kita membacanya. Wallohu A’lamu Bishawab
Assalaamualaikumwarahmatullahi wabarakaatuh. Pada pagi ini, sebelum melakukan aktivitas rutin kami akan membahas analisis hukum tajwid surat An-Nahl ayat 125 lengkap dengan penjelasannya. Sebetulnya, membaca Al-Quran merupakan amalan mudah dilakukan. Setiap huruf yang kita baca akan diberikan pahala. Maka betapa mudah pula kita mendapat pahala.pertikaian dan peperangan, maka Allah berfirman dalam ayat berikutnya, 12 surat An-Nahl ayat 126 ﻞﺤﻨﻟﺍ 12616 Artinya Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. An-Nahl16126 Maksudnya adalah kaum muslimin disuruh memberi sangsi atau hukuman kepada orang-orang yang berbuat salah sesuai dengan kadar kesalahannya tanpa menambahi atau mengurangi. Memberi sangsi yang lebih dari nilai kesalahan adalah perbuatan dzholim yang tidak disukai oleh Allah SWT. Dalam ayat ini surat An-Nahl ayat 126 Allah SWT. menegaskan kepada kaum muslimin yang akan mewarisi perjuangan Nabi Muhammad SAW. dalam menyebarkan agama Islam, tentang sikap yang harus menjadi pegangan mereka jika mereka menghadapi permusuhan. Pedoman yang diberikan oleh Allah pada ayat yang lalu adalah pedoman dalam menyeru dengan lisan. Seruan berjalan dalam tenang dan damai. Tetapi jika seruan itu mendapat tantangan yang keras, misalnya berupa siksaan atau pembunuhan, maka Islam menetapkan sikap tegas untuk menghadapi keadaan seperti itu. Adapun cara yang diberikan Allah dalam ayat ini adalah a. Membalas dengan balasan yang setimpal atau sesuai dengan penganiayan yang telah diterima. Tidaklah dibenarkan oleh agama melakukan pembalsan atau hukuman melebihi dengan apa yang telah diterima, karena tindakan tersebut merupakan kedzaliman. 12 Wahbah al-Zuhaily, Tafsir Munir, Libanon Dar al-Fikr, 1994, juz. XIII, h. 269 b. Menerima tindakan permusuhan atau penganiayaan tersebut dengan hati yang sabar dan memaafkan kesalahan itu bilamana sikap sabar dan sifat pemaaf itu dapat memberikan pengaruh yang baik. 13 5. Pendapat Para Mufassir Tentang Surat An-Nahl Ayat 125 ﻞﺤﻨﻟﺍ 12516 Artinya “Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. An-Nahl16125 14 Ayat ini dipahami oleh sementara ulama sebagai menjelaskan tiga macam metode dakwah yang harus disesuaikan dengan sasaran dakwah. Terhadap cendekiawan yang memiliki pengetahuan tinggi diperintahkan menyampaikan dakwah dengan hikmah, yakni berdialog dengan kata-kata bijak sesuai dengan tingkat kepandaian mereka. Terhadap kaum awam, diperintahkan menerapkan mau’izhah, yakni memberikan nasihat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan mereka yang sederhana. Sedang terhadap Ahl al-Kitab dan penganut agama-agama lain yang diperintahkan adalah jidalperdebatan dengan cara yang terbaik yaitu dengan logika dan retorika yang halus, lepas dari kekerasan dan umpatan. 13 Bustani A. Ghani dkk., Al-Qur’an Dan Tafsirnya, Semarang PT Citra Effhar, 1993, 14 Departemen Agama RI, h. 421 Kata ُعْدُا merupakan bentuk fi’il amr dari akar kata ﺎَﻋَد – ْﻮُﻋْﺪَﯾ - ًةَﻮْﻋَد ala wajni َﻞَﻌَﻓ – ُﻞُﻌْﻔَﯾ – ًﻼْﻌَﻓ yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, menjamu. Jadi kata ُعْدُا mengandung arti perintah, yaitu serulah atau ajaklah. Dalam kitab hashiah ash-shawi disebutkan ﺪّﻤﺤﻣ ﺎﯾ سﺎﻨﻟا ُعْدُا ﺮﻣا ﻞﻌﻓ ﮫﻟﻮﻗ ، ﻠﻋﺎﻓو رﺪﻘﺗ ﺎﺑﻮﺟو ﺮﺘﺘﺴﻣ ﮫ ،ﺖﻧأ ه هرﺪﻗ فوﺬﺤﻣ ﮫﻟﻮﻌﻔﻣو سﺎﻨﻟا ﮫﻟﻮﻘﺑ ﺮﺴﻔﻤﻟا إ اﺬھ ﻰﻓو ، ﻰﻟإ ةرﺎﺷ ،ﺔﻣﺎﻋ ﮫﺘﺜﻌﺑ نأ نﺎﻛ نإو سﺎﻨﻟﺎﺑ ﺮﺒﻋو ،ﺎﻀﯾأ ﻦﺠﻠﻟ ﺎﯿﻋاد ﺎﻨﻟ اﺮﮭﻇﺎﻣرﺎﺒﺘﻋﺎﺑ س ﻂﻘﻓ . راﺪﻟ ﻞﺻﻮﻤﻟا ﮫﻧﻷ ،ﻼﯿﺒﺳ ﻦﯾﺪﻟا ﻲﻤﺳ ﮫﻨﯾد ﮫﻟﻮﻗ ،ﮫﻨﯾد ﺔﯾﺪﻣﺮﺴﻟا ةدﺎﻌﺴﻟاو ،ﺔﯾﺪﺑﻷا ةدﺎﻌﺴﻟا . 15 Lafal ُعْدُا merupakan bentuk fi’il amr kata perintah kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menyeru manusia kepada jalan Allah SWT. agama Allah SWT.. Dalam ayat itu tidak menyebut maf’ul bih-nya obyek. Sebagian mufasir para ahli tafsir mengatakan bahwa obyek seruan Nabi adalah semua manusia. Ini berarti bahwa Nabi diutus untuk umat manusia seluruhnya. Dalam tafsir Al-Marghi makna ُعْدُا disebutkan sebagai berikut ﻠﺳرأ ﻦﻣ لﻮﺳﺮﻟاﺎﮭﯾأ عدا ىأ ﺎﻋﺪﻟﺎﺑ ﻚﺑر ﻢﮭﯿﻟإ ﻚ ﮫﺘﻌﯾﺮﺷ ﻰﻟإ ء ﻘﻠﺨﻟ ﺎﮭﻋﺮﺷ ﻰﺘﻟا ىﺬﻟا ﷲا ﻰﺣﻮﺑ ﮫ ﮫﯿﺣﻮﯾ .ﻚﯿﻟإ 16 Yaitu serulah atau ajaklah wahai Rasul Nabi Muhammad SAW. apa yang Tuhanmu utus kepada mereka dengan seruan atauu ajakan untuk menjalakan syariat-Nya yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya melalui perantara wahyu Allah yang diwahyukan kepadamu. Jadi menurut tafsir Al- Maraghi kata ُعْدُا ini menunjukkan arti ajakan atau seruan untuk menjalankan syari’at Allah melalui Nabi Muhammad. Sedangkan dalam menafsirkan kata menurut M. Quraish Shihab, hikmah antara lain berarti yang peling utama dari segala sesuatu, baik pengetahuan maupun perbuatan. Dia adalah pengetahuan atau tindakan 15 Ahmad ibn Muhammad Ash-Shawy, Hasyiyah Ash-Shawy, Libanon Dar al-Fikr, 2007, juz. II, h. 411-412 16 Ahmad Musthafa Al-Maraghi,Tafsir Al-Maraghi, Kairo Musthofa Al-Bab Al-Halab, 1946,
6hGsO.