WebDatabab3skripsitentangapa Browse By Category Perkembangan kehidupan saat ini merupakan faktor utama banyaknya hal yang menyebabkan persoalan pendidikan memiliki keterikatan dengan filsafat. Salah satunya adalah pendidikan selalu berusaha membentuk kepribadian manusia sebagai subyek sekaligus obyek pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang akan dicapai seseorang setelah pendidikan itu berlangsung.. Tugas ilmu pengetahuan dalam pendidikan dapat dikatakan mengkaji dan menghubungkan semua keterauran yang teramati. Ilmu pengetahuan bertujuan untuk menjawab pertanyaan Bagaimana dan Mengapa. Namun, khusus untuk kasmologi, pertanyaan Mengapa ini memiliki titik tertentu pada kesulitan yan luar biasa. Sehingga formulasi tujuan pendidikan merupakan persoalan yang mendasar, sehingga tidak mungkin dapat dirumuskan dan terjawab oleh analisis ilmiah yang dangkal, tetapi memerlukan analisis dan pemikiran filosofis. Selain persoalan tujuan, seluruh aspek dalam pendidikan mulai dari konsep, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi membutuhkan pemikiran filosofis. Dari sini juga kemudian lahir aliran-aliran dan pemikiran yang berbeda pada para ahli dalam filsafat pendidikan. Salah satu di antara beberapa aliran filsafat pendidikan tersebut adalah Naturalisme. Apa saja pemikiran para ahli tentang perkembangan Naturalisme? Lantas Bagaimana mengapalikasikan pemikiran filsafat Naturalisme tersebut terhadap perkembangan anak serta memaparkannya dalam pendidikan Islam? Dua pertanyaan ini layak dialamatkan kepada aliran filsafat pendidikan ini. Pengertian Naturalisme Naturalisme mempunyai beberapa pengertian, yaitu Dari segi bahasa, Naturalisme berasal dari 2 kata, yakni  Natural Alami  Isme Paham Sehingga, aliran naturalisme dapat juga disebut sebagai Paham Alami. Maksudnya, bahwa setiap manusa yang terlahir ke Bumi ini pada dasarnya memiliki kecenderungan atau pembawaan yang baik, dan tak ada seorangpun terlahir dengan pembawaan yang buruk. Aliran ini disebut juga aliran negativisme, karena pendidik hanya wajib membiarkan pertumbuhan anak didik dengan sendirinya atau diserahkan kembali kelingkungannya alam. Dengan kata lain, anak tidak memerlukan pendidikan tetapi yang perlu dilakukan oleh seorang pendidik terhadap anak didiknya adalah menyerahkannya ke alam, agar pembawaan yang baik itu tidak menjadi rusak melalui proses kegiatan pendidikan itu. b. Jenis-Jenis Aliran yang Berperan pada Perkembangan Anak Anak merupakan obyek utama dari pendidikan dan di dalam anak mempunyai pembawaan yang disebut bakat. Adapun aliran yang berpendapat bahwa pembawaan itu berperan pada perkembangan sebagai berikut; Aliran Nativisme Perkembangan seorang anak ditentukan oleh pembawaannya. Aliran Naturalisme JJ Rousseu Anak itu lahir sesuai dengan alamnya sendiri. Perkembangan anak ditentukan oleh nasibnya. c. Hubungan dan Pengaruh Aliran Naturalisme terhadap Perkembangan Anak Sebagaimana yang dikemukakan oleh Rosseaou bahwa, “anak perlu dijauhkan dari segala keburukan masyarakat yang serba dibuat-buat sehingga kebaikan anak-anak yang diperoleh secara alamiah sejak lahir itu dapat berkembang secara spontan dan bebas. Dan, Rosseaou juga mengusulkan adanya permainan bebas kepada anak didik untuk mengembangkan pembawaan, kemampuan, dan kecenderungannya. -buat dan membawa anak kembali ke alam untuk mempertahankan segala hal yang baik yang telah diberikan oleh tangan sang pencipta di atas. Jadi, pada intinya paham naturalisme ingin menjauhkan anak didik dari segala keburukan yang ada di sekitarnya. Dan membiarkan kebaikan yang telah tertanam dalam diri setiap anak didik tumbuh dan berkembang secara alamiah. Dengan demikian, segala pembawaan, kemampuan dan kecenderungan anak didik dapat berkembang dengan bebas dan hebat. Karena setiap anak memiliki potensi yang unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang di masa yang akan datang. Meskipun demikian, menurut Rosseau proses dan kegiatan pendidikan dapat diberlakukan pada anak didik. Namun harus diperhatikan bahwa pendekatan naturalistik untuk pendidikan harus memenuhi sifat anak, maksudnya adalah bahwa pendidikan harus beradaptasi dengan perkembangan kepribadian anak. Menurutnya untuk memanggil atau meningkatkan pendidikan anak haruslah menghormati kepribadian anak. Karena setiap anak memiliki kualitas khusus sendiri yang menentukan temperamen, kemampuan dan berkarakter temperamen atau harus diubah dan pembatasan, atau harus dikembangkan dan ditingkatkan. Selanjutnya, menurut Rosseau pendidikan harus mengikuti usia anak berdasarkan karakteristiknya. Dengan demikian, dalam periode yang berbeda tingkat focus anak terhadap pendidikan berbeda sesuai dengan usia dan kepribadiannya. Sehingga bagi anak didik sangat mudah di adaptasi ke dalam kepribadiannya. Adapun aspek perkembangan anak sejak ia dibentuk hingga mencapai kedewasaan diantaranya; perkembangan motorik, ingatan, pengamatan dan inovasi, perkembangan berpikir dan kepribadian serta kedewasaan. Dan dalam suatu pendidikan terdapat pula suatu lingkungan yang biasa kita sebut “Tri Pusat Pendidikan”, yaitu; Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama karena dalam keluargalah seorang anak pertama-tama mendapatkan pendidikan. Lingkungan sekolah merupakan bagian dari pendidikan dalam keluarga dan merupakan lanjutan pendidikan dalam keluarga serta merupakan jembatan bagi anak yang menghubungkan kehidupan keluarga dan masyarakat. Lingkungan masyarakat apabila anak tidak di bawah pengawasan orang tua dan anggota keluarga serta tidak di bawah pengawasan guru dan petugas sekolah yang lain. tidak berperan dalam mendidik hanya memberi pengaruh baik pengaruh positif maupun pengaruh yang negatif. d. Perbandingan antara Aliran Naturalisme dengan Realitas yang Terjadi Dewasa Ini Secara realitas yang terjadi dewasa ini, yang terjadi di lingkungan nyata sangatlah bertolak belakang dengan paham naturalisme.. Meskipun pada dasarnya anak sendirilah yang berperan penting bagi kemajuan dirinya, yang bekerja aktif untuk menyongsong bakat yang ada dalam dirinya. Pendidik hanyalah bertugas mengarahkan anak didik sesuai bakat dan potensi yang dipancarkan dari dalam dirinya. Dan sebagai sumber motivator sekaligus inspirator bagi anak untuk mengembangkan kepribadiannya secara logis. Perbedaan Pandangan yang Diadakan dalam Naturalisme Mengenai Umum dari Alam Sebagai sistem proses alam, alam memiliki tingkat keteraturan yang membuatnya dapat dimengerti, tetapi tidak dapat dijelaskan secara keseluruhan. Juga bisa sebagai nilai moral yang mengekspresikan keseluruhan, nilai-nilai moral, bagaimanapun, mungkin muncul dalam hubungan antara manusia sebagai salah satu bagian dari alam dan sisanya dari alam sebagai bagian dari alam, manusia tunduk pada proses alami yang sah, intelijen muncul dari kehidupan aktif dari organism. Studi terhadap makhluk-makhluk Allah di jagat raya universe ini telah terbukti mampu melahirkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Dalam konteks aliran filsafat pendidikan Naturalisme, pengenalan siswa secara langsung terhadap alam dengan berbagai bentuknya, akan melahirkan pemahaman yang jauh lebih baik terhadap obyek yang dipelajari dari pada membaca buku di dalam kelas. Penutup Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas kehendaknya penulisan makalah ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dalam penyajian makalah ini selalu diawali dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai dalam setiap kegiatan pendidikan. Dalam aspek pendidikan, aliran naturalisme menganut paham bahwa proses dan kegiatan pendidikan serta pendidik tidak begitu memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan anak didik. Karena pada dasarnya setiap anak yang terlahir ke bumi ini memiliki pembawaan dan kecenderungan yang baik. Sehingga jika diserahkan melalui proses pendidikan, dikhawatirkan benih kebaikan tersebut akan rusak oleh lingkungan. tertata dengan baik. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan, masih memiliki banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Untuk itu, kami akan selalu siap untuk menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini ke depannya. Demikian tugas ini kami buat dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan dapat membawa dampak positif dan merupakan latihan belajar yang cukup berarti dalam kehidupan masa modern nantinya. Akhirnya kami berharap kepada pembimbing, bimbinglah dan temanilah daku selalu tuk menapak seluk beluk dunia pendidikan. Penyusun Nama IKEK YELY MARDIANTI NIM 1388201063 20Macam Aliran Seni Lukis, Lengkap Penjelasan, Ciri - Ciri dan Tokohnya. Dalam dunia seni musik kita dapat menemukan beragam jenis aliran musik yang seperti pop, dangdut, keroncong, jazz, rock, dan lain sebagainya. Begitupun dengan seni arsitektur, seni tari dan ragam seni lainnya. Namun, bagaimana dengan seni lukis ? Naturalisme adalah aliran seni yang mengutamakan keakuratan dan kemiripan objek yang dilukis agar tampak natural dan realistis seperti referensinya yang terdapat di alam. Naturalisme adalah bentuk apresiasi Seniman pada keindahan alam. Biasanya seniman mengangkat tema keindahan pemandangan di sekitar, seperti yang terjadi pada pergerakan mooi indie di Indonesia atau Hindia Belanda tepatnya pada masa itu. Seniman terkadang memilih setting cahaya yang lebih dramatis pada saat sebelum terbit atau tenggelamnya matahari, untuk mendapatkan pencahayaan golden hours. Pemilihan cahaya dramatis seperti itu adalah salah satu ciri Romantisisme yang diberontak oleh aliran Naturalisme. Naturalisme menganggap dalam pencahayaan yang tidak dramatis seperti itu pun keindahan alam tetap dapat digambarkan. Aliran naturalisme adalah salah satu contoh bagaiman sebuah Aliran juga dapat didefinisikan berabad-abad setelah pergerakan awalnya muncul. Karena meskipun pergerakan naturalisme adalah wujud pengembangan dari realisme serta melawan romantisisme, prototype-nya sudah ada dari abad ke 17-an. Pada 1820-an, bentuk awal Naturalisme sudah menjadi tren dominan dalam lukisan pemandangan, sebagian besar karena pengaruh seniman Inggris John Constable. Selama periode ini, kelompok dan sekolah seniman untuk masyarakat sudah didirikan di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa sekolah itu adalah Akademi Norwich di Inggris timur, Akademi Hudson River di New York State, dan Akademi Barbizon di Prancis tengah, yang mempengaruhi seluruh Eropa. Perbedaan Naturalisme dan Realisme Pengertian naturalisme sering tertukar dengan aliran realisme, padahal sebetulnya cukup mudah untuk membedakannya. Aliran realisme mengangkat tema yang realistis, gambar pada lukisan tidak harus selalu mirip dengan referensinya. Justru Naturalisme-lah yang mengutamkan kemiripan gambar yang dilukiskan sesuai dengan referensinya di alam. Meskipun realisme juga dapat memanfaatkan kemiripan tersebut untuk membuat gagasan dan tema yang lebih realistis. Untuk lebih jelasnya, kita juga dapat mempelajari seperti apa sebetulnya aliran realisme. Pemaparan mengenai aliran realisme dapat disimak pada tautan di bawah ini. Realisme Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh Karya & Analisis Sastra Naturalisme Sedikit berbeda dengan istilah naturalisme yang sering digunakan pada seni rupa, di dunia sastra naturalisme berarti prosa fiksi yang lebih radikal dari cerita realisme. Artinya sastra aliran naturalisme akan menceritakan dengan gamblang kenyataan yang sering terjadi sehari-hari tanpa menyensor adegan atau dialog yang kontroversial. Tentunya hal itu dilakukan selama adegan kontroversial itu tetap pada tujuannya. Naturalisme pada seni rupa dapat menjadi istilah yang digunakan untuk menyatakan “kemiripan dengan alam”, gambar yang sangat mirip dengan referensinya dapat disebut natural, di luar konteks aliran Naturalisme. Sementara pada dunia sastra Naturalisme biasa ditulis dengan huruf “N” besar untuk menyatakan bahwa naturalisme di sana adalah istilah spesifik untuk suatu aliran, bukan istilah natural untuk konteks apa saja. Ciri-Ciri Aliran Naturalisme Membedakan aliran naturalisme dari aliran lainnya dapat dikatakan tidak cukup mudah, apalagi jika dibandingkan dengan realisme. Namun kita dapat berpegang pada beberapa ciri-cirinya yang meliputi beberapa poin di bawah ini. Mengutamakan kemiripan gambar pada lukisan dengan objek yang dilukis sesuai dengan referensi. Teknik dan kepiawaian seniman menjadi senjata utama. Membawakan tema-tema lukisan yang indah namun berdasarkan kemurniannya. Naturalisme adalah bentuk apresiasi seniman terhadap keindahan alam. Mengangkat tema keindahan pemandangan di sekitar seniman. Melukiskan kecantikan atau ketampanan potret manusia apa adanya, tanpa dilebih-lebihkan. Tokoh penting & Contoh Lukisan Naturalisme Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan, aliran ini merupakan salah satu contoh aliran yang dicetuskan lama setelah kemunculannya. Oleh karena itu, tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangannya pun akan memiliki gap antartahun yang cukup besar. Berikut adalah beberapa seniman yang menjadi tokoh penting dalam perkembangan aliran naturalisme. 1. John Constable John Constable adalah seniman asal Inggris yang dianggap sebagai salah atu tokoh seniman yang paling berpengaruh dalam perkembangan aliran naturalisme. Dia menolak gaya lukisan pemandangan pada masanya. Constable menyatakan bahwa “Kebiasaan pelukis hari ini adalah bravura, sebuah upaya untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui kebenaran”. Ia memilih untuk menciptakan cara representasi sendiri yang berdasarkan mentransfer apa yang dilihatnya sejujur mungkin di atas kanvas. Selain itu John memilih untuk melukis apa yang ada di sekitarnya terlebih dahulu. Dalam surat yang ditulis untuk koleganya ia menulis “I should paint my own places best“. Ia juga tertarik pada pergantian cahaya dan awan di alam tanpa membeda-bedakan mana yang lebih indah. Lukisan Naturalisme John Constable Dedham Vale 1816 & Analisisnya Contoh lukisan naturalisme Deadham Vale oleh John ConstableTeknik-teknik Constable belum sepenuhnya tercapai di sini. Karya ini dilukis pada masa mudanya dengan latar belakang politik dan perang di negaranya sedang kisruh. Meskipun begitu lukisan ini telah menunjukkan komitmennya terhadap pengamatan alam yang akurat dan jujur, tampak pada rincian dari pepohonan dan langit sangat mendetail. Mata pengamat diarahkan pada bagian terjauh sungai pemandangan, sepanjang rute sungai ke menara jauh dari gereja Dedham, yang meskipun kecil, membentuk titik fokus yang kuat untuk karya tersebut. Pohon-pohon di kedua sisi kanvas juga membentuk bingkai ke bagian tengah gambar yang menampilkan pemandangan utamanya. Ia menampilkan pemandangan di sekitar rumahnya itu dengan apik, melalu pengelihatan yang estetis tanpa melebih-lebihkannya. Maria Bicknell 1816 & Analisisnya Potret Maria Bicknell oleh John ConstableLukisan ini adalah potret dari tunangan Constable, dilukis sekitar tiga bulan sebelum pernikahan mereka. Potret ini dikatakan sangat mirip dengan wajah Maria Bicknell. Meskipun tingkat kemiripannya akurat, John tidak malu untuk menunjukkan marka sapuan kuasnya dan justru membuat kontras yang indah antara latar belakang dan potret wajah yang berada di depan. Menciptakan keindahan yang tidak ditutup-tutupi, seperti bagaimana bekas sapuan kuasnya ditunjukkan tanpa keraguan. The White Horse 1819 & Analisisnya contoh lukisan naturalisme the white horse oleh john constableDalam lukisan ini Constable menggambarkan adegan kehidupan pedesaan yang wajar. Tidak menerapkan emosi atau ekspresi, mengasihani atau merayakan kehidupan kerja orang-orang yang dilukisnya. Ia hanya mempresentasikannya apa yang telah ia lihat. Constable menunjukkan para pria yang melanjutkan cara hidup yang telah mereka jalani selama berabad-abad, meskipun ancaman industrialisasi semakin meningkat. 2. Thomas Cole Lahir di area industri Inggris, Cole pindah ke Amerika Serikat semasa mudanya, dan sejak saat itu selalu berusaha untuk menangkap keindahan eksotik dari gurun-gurun yang terdapat di benua Amerika. Lukisan-lukisan Thomas Cole, ikut menjadi monumen untuk berbagai harapan dan kecemasan bangsa Amerika yang baru tumbuh selama pertengahan abad ke-19. Dia dianggap sebagai seniman pertama yang membawa mata pelukis pemandangan Eropa ke lingkungan Amerika. Tetapi sosok ini juga tetap mengekspresikan pemandangan Amerika yang unik. Lukisan Naturalisme Thomas Cole Lake with Dead Trees Catskill 1825 & Analisisnya contoh lukisan naturalisme Lake with Dead Trees Catskill oleh Cole ThomasLake with Dead Trees menggambarkan pemandangan Pegunungan Catskill di tenggara New York. Di tepi danau yang yang sunyi ini dikelilingi oleh pohon-pohon mati, dan dua ekor rusa yang sedang bergerak kesana kemari. Latar belakang pemandangan di lukis pada saat senja akan tiba. Di balik hutan itu matahari yang akan tenggelam masih menyinarkan cahayanya menembus langit yang berawan. Meskipun karya ini adalah lukisan naturalis yang berfokus pada teknis dan keakuratan menggambar, terdapat arti atau interpretasi yang dapat diproduksi. Lukisan ini sering diartikan sebagai kontemplasi dan dialog antara hidup dan mati, dan berlalunya waktu yang menjadi saksi bisu terhadap dialog tersebut. The Consummation of Empire 1836 & Analisisnya Contoh lukisan naturalisme The Consummation of Empire oleh Thomas ColeLukisan ini adalah salah satu dari rangkaian lima lukisan berjudul The Course of Empire yang dipesan oleh Luman Reed. Setiap lukisan dalam seri ini menggambarkan lanskap yang sama pada tahap yang berbeda dari kebangkitan hingga kejatuhan peradaban imajiner ini. Seluruh seri ini dimaksudkan sebagai peringatan tentang ambisi Kekaisaran yang berlebihan. Lukisan ini menggambarkan kekaisaran pada puncak kekuasaannya lengah dan terbius dalam ambisinya sendiri yang malah membuat kehancuran kota. Amerika baru saja membebaskan diri dari Kerajaan Inggris ketika lukisan ini dibuat. Ia ingin memperingatkan bahwa negara baru tidak boleh jatuh ke perangkap yang sama dengan pendahulunya di Eropa. Lebih dari itu, seri ini tampaknya mengekspresikan kecemasan Cole tentang ancaman perambahan industri dan ekspansi urban ke lanskap Amerika yang tumbuh dengan begitu pesatnya, sehingga menghiraukan alam di sekitarnya. 3. William Bliss Baker William Bliss Baker adalah seniman yang lahir di Amerika Serikat. Ia mengawali pendidikan seninya di National Academy of Design pada tahun 1876. Baker adalah seniman berbakat yang telah menggelar banyak pameran bahkan ketika ia masih menjalani studinya. Karena Baker sudah mahir melukis jauh sebelum ia memulai pendidikan formalnya. Ia juga memenangkan banyak penghargaan seperti penghargaan Elliot dan Hallgarten yang merupakan penghargaan berkelas pada masanya. Dapat dikatakan juga, William Bliss Baker adalah seniman naturalisme dengan kemampuan teknis yang terhebat pada aliran ini. Teknik melukisnya yang begitu akurat menginspirasi banyak kelahiran aliran baru yang diilhami oleh Aliran naturalisme. Baik para pelakon aliran fotorealisme di zaman modern, hingga para hyper-realisme di era kontemporer sekarang. Baker meninggal di usia muda pada awal usia 27 tahun-nya akibat kecelakaan berseluncur es. Lukisan Naturalisme Thomas Cole Fallen Monarchs 1886 dan Analisisnya Contoh lukisan naturalisme Fallen Monarchs 1886 oleh william bliss bakerLukisan ini menggambarkan dua pohon tumbang, kontras dengan pohon yang baru saja tumbuh menghiasi hutan itu. Cahaya yang menembus ranting dan dahan pohon memberikan suasana spiritual dan imaji harapan pada karya tersebut. Lagi-lagi contoh tata ungkap yang dapat berhasil diberikan meskipun seniman secara objektif hanya mentransfer alam ke dalam lukisan. Fallen monarchs disebut sebagai masterpiece dari Thomas Cole, padahal karya ini merupakan lukisan yang dihasilkan pada awal karirnya. Keakuratan dalam penggambaran pemandangan di lukisan ini mengalahkan hasil foto yang dapat diambil pada zamannya. Berbeda dengan aliran lain yang menghindari kemampuan utama fotografi, Ia berhasil menaklukan teknologi itu langsung melalui sapuan kuasnya. 4. Abdullah Suriosubroto Abdullah Surisubroto disebut sebagai pelukis Indonesia generasi pertama yang telah mendapatkan reputasi internasional pada abad ke 20, setelah Raden Saleh mendahuluinya pada abad ke 19. Ia adalah anak dari tokoh pergerakan nasional, yakni dr. Wahidin Sudirohusodo. Abdullah Suriosubroto disekolahkan pendidikan kedokteran ke Negeri Belanda, namun ia lebih memilih untuk menjadi adalah ayah dari pelukis Basoeki Abdullah dan pematung Trijoto Abdullah. Lukisan Naturalisme Abdullah Suriosubroto Pemandangan Gunung 1935 Lukisan pemandangan ini adalah cikal bakal dari lukisan klasik Indonesia. Lukisan yang akan mempengaruhi seluruh pelukis naturalis dalam menggambarkan pemandangan lokal. Pemandangan Indonesia yang identik dengan gunung biru di belakang hamparan sawah dan diapit oleh bukit hutan tropis. Pemandangan gunung merupakan salah satu lukisan yang menjadi koleksi presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno. 5. Basuki Abdullah Basuki Abdullah adalah putra dari Abdullah Suriosubroto. Ia juga ikut menjadi salah satu pengaruh terbesar di dunia seni rupa Indonesia. Abdullah Sejak dari kecil umur 4 tahun Basuki Abdullah sudah mulai menyukai dunia seni. Basuki Abdullah mendapatkan pendidikan formal seni di Akademi Seni Rupa Academie Voor Beldeende Kunsten Den Haag, Belanda. Biografi lengkap, contoh lukisan hingga ke analisis alirannya dapat dibaca disini Basuki Abdullah – Biografi dan Analisis Aliran Karya. Lukisan Naturalisme Basuki Abdullah Pantai Flores 1942 Contoh lukisan naturalis Pantai flores, oleh Basuki AbdullahReferensi

Aliranaliran pendidikan baru yang berkembang sebenarnya adalah pengembangan dari keempat aliran-aliran klasik yang ada yaitu, (1) aliran Empirisme, (2) Nativisme, (3) Naturalisme, dan (4) Konvergensi. Pada dasarnya aliran-aliran pendidikan kritis mempunyai suatu kesamaan ialah pemberdayaan individu.

Salam hangat untuk Sobat Ilyas! Kali ini, kita akan membahas tentang aliran naturalisme dalam pendidikan. Naturalisme adalah sebuah aliran kepercayaan yang memandang bahwa segala sesuatu dalam dunia ini berasal dari alam dan proses alami. Dalam pendidikan, aliran naturalisme mengedepankan pengalaman langsung dan aktivitas alamiah sebagai metode pembelajaran. Pengertian Aliran Naturalisme dalam Pendidikan Naturalisme dalam pendidikan adalah sebuah aliran pemikiran yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dan aktivitas alamiah sebagai metode pembelajaran. Menurut aliran ini, manusia belajar melalui pengalaman dan interaksi dengan alam. Oleh karena itu, pendidikan harus mengakomodasi pengalaman langsung dan aktivitas alamiah sebagai metode pembelajaran yang efektif. Prinsip Aliran Naturalisme Aliran naturalisme dalam pendidikan memiliki beberapa prinsip dasar. Pertama, pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keunikan setiap individu. Kedua, pengalaman langsung dan aktivitas alamiah harus menjadi metode utama dalam pembelajaran. Ketiga, pendidikan harus mengedepankan pengalaman dan interaksi dengan alam sebagai sumber pembelajaran yang utama. Keempat, pendidikan harus memperhatikan pengembangan nilai moral dan etika sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kelebihan Aliran Naturalisme dalam Pendidikan Aliran naturalisme dalam pendidikan memiliki beberapa kelebihan. Pertama, metode pembelajaran yang digunakan lebih alami dan efektif karena melibatkan pengalaman langsung dan aktivitas alamiah. Kedua, pendidikan yang dilakukan dengan aliran naturalisme dapat membantu mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Ketiga, pendidikan yang dilakukan dengan aliran naturalisme dapat membantu membangun rasa kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar. Kekurangan Aliran Naturalisme dalam Pendidikan Aliran naturalisme dalam pendidikan juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, pendidikan yang dilakukan dengan aliran naturalisme cenderung kurang terstruktur dan kurang fokus pada penguasaan keterampilan teknis. Kedua, pendidikan yang dilakukan dengan aliran naturalisme dapat membutuhkan waktu yang lebih lama dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ketiga, pendidikan yang dilakukan dengan aliran naturalisme dapat sulit diterapkan di lingkungan perkotaan yang kurang mendukung. Contoh Penerapan Aliran Naturalisme dalam Pendidikan Contoh penerapan aliran naturalisme dalam pendidikan adalah metode Montessori. Metode Montessori mengedepankan pengalaman langsung dan aktivitas alamiah sebagai metode utama dalam pembelajaran. Siswa diberikan kebebasan untuk memilih dan mengeksplorasi bahan-bahan belajar yang tersedia. Metode ini juga mengembangkan keterampilan sosial, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kesimpulan Aliran naturalisme dalam pendidikan mengedepankan pengalaman langsung dan aktivitas alamiah sebagai metode utama dalam pembelajaran. Metode ini memiliki beberapa kelebihan, seperti lebih alami dan efektif dalam pembelajaran serta dapat membantu mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, metode ini juga memiliki kekurangan, seperti kurang terstruktur dan sulit diterapkan di lingkungan perkotaan yang kurang mendukung. Oleh karena itu, sebagai pendidik, kita harus memahami dan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya! MakalahAliran-aliran Dalam Pendidikan. ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Ika Rifqiawati M.Pd Disusun oleh Fahru Rozi(2224180088 Nurfadilah(2224180085 | Course Hero. DOC) Perdebatan klasik dalam kajian filsafat manusia (Empirisme vs Nativisme).docx | Khoerunnisa Rahayu - Academia.edu - Aliran seni lukis yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam adalah pengertian dari aliran naturalisme. Dikutip dari buku Studi dan Pengkajian Sastra Perkenalan Awal Terhadap Ilmu 2014 oleh Alfian Rokhmansyah, aliran naturalisme merupakan aliran yang mengemukakan bahwa fenomena alam yang nyata ini terjadi karena kekuatan alam itu sendiri yang berinteraksi sesamanya. Di dalam karya sastra aliran naturalisme adalah aliran yang juga menampilkan peristiwa sebagaimana adanya. Baca juga 12 Aliran Seni Lukis dan Tokohnya Sejarah aliran naturalisme Aliran naturalisme pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf pada abad ke-16, John Amos Comenius. John juga merupakan tokoh yang memperkenalkan aliran seni naturalisme dalam dunia pendidikan. Perkembangan aliran naturalisme cukup pesat, terlebih didukung oleh para tokoh-tokoh naturalisme lainnya. Salah satu contoh perkembangan aliran naturalisme yang dapat dilihat sampai sekarang adalah anatomi manusia dan hewan yang semakin akurat. Didukung dengan teknologi visual yang semakin maju. Perkembangan aliran naturalisme juga terlihat dari segi ilmu perspektif jaak jauh. Di mana para pelukis dapat mengaplikasikannya dalam lukisan untuk menggambarkan obyek lebih nyata. Sesuai dengan apa yang mereka lihat. Pada abad ke-17, penggambaran kondisi cuaca dan pencahayaan lukisan semakin lebih bagus dan halus. Terlihat semakin nyata dengan apa yang dilihat. Baca juga Aliran-aliran dalam Dunia Sastra Ciri aliran naturalisme Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ciri-ciri aliran naturalisme, yaitu Aliran yang merupakan apresiasi dan bentuk kekaguman para seniman kepada alam. Melukiskan keindahan sesuai dengan kenyataannya, tanpa melebihkan atau menguranginya. Teknik-teknik serta keterampilan dari seniman adalah hal yang sangat utama. Naturalisme lebih menekankan antara kemiripan lukisan dengan yang ada pada obyek aslinya. Mengangkat tema mengenai pemandangan yang nyata, seperti keindahan alam. Tidak hanya menampilkan berbagai lukisan yang indah, tetapi akan menampilkan kemurniannya. Tokoh-tokoh aliran naturalisme Beberapa tokoh aliran naturalisme, yakni Berlebihandalam mendefinisikan kehidupan sebagaimana yang dijelaskan oleh subangun 1994 154 bahwa lyotard dan foucault tokoh aliran ini menolak misalnya saja dalam filsafat pendidikan barat ada yang namanya aliran nativisme aliran naturalisme aliran empirisme aliran konvergensi dan lain lain tidak berbeda pula dengan filsafat pendidikan islam di.
Aliranseni lukis unsur tokoh dan 20 contoh gambar karya. Aliran naturalisme adalah aliran yang berusaha menampilkan suatu objek lukisan secara alami. Gambar ini terdiri dari 2 jenis yaitu bentuk geometris dan bentuk stilasi. B) repetition (perulangan), penataan pengulangan gambar seperti contoh . Jenis aliran seni lukis dan patung docx document.
Disaat itu, seorang filsuf ini dipercayai sebagai orang yang paling pertama memperkenalkan tentang aliran naturalisme di dalam dunia pendidikan. Namun, umumnya aliran naturalisme ini sudah ada mulai tahun 1850-an di negara Perancis. Aliran naturalisme ini berkembang dengan cepat seiring majunya teknologi visual dan pengukuran.

ücontoh pelukis : william blake, casper david friedrich dan francisco goya. 6. aliran naturalisme ü lebih fokus kepada lukisan landskap. ü contoh pelukis : john constable, bastien-lepage dan christian wilhelm allers. ü bentuk imitasi alam semula jadi dan manusia. ü mementingkan teknik berbanding hal benda. 7. aliran realisme

QvTd.
  • gr841pujlc.pages.dev/28
  • gr841pujlc.pages.dev/151
  • gr841pujlc.pages.dev/298
  • gr841pujlc.pages.dev/466
  • gr841pujlc.pages.dev/344
  • gr841pujlc.pages.dev/264
  • gr841pujlc.pages.dev/287
  • gr841pujlc.pages.dev/176
  • contoh aliran naturalisme dalam pendidikan